BeritaHits.id - Direktur Eksekutif Voxpol Center Reserach and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan Partai Demokrat dapat membaca politik belah bambu sedari awal. Hal itu justru merupakan keberuntungan karena tidak sampai terjadi dualisme kepemimpinan.
Partai Demokrat yang mengetahui lebih cepat adanya indikasi dugaan kudeta menjadi nilai lebih untuk bisa selamat dari politik belah bambu karena mengetahui lebih dulu rencana tersebut.
Sebelumnya terdapat tiga partai politik yang mengalami nasib yang saat ini tengah dialami Partai Demokrat.
Bahkan, ketiga parpol tersebut menjadi bagian dari keberhasilan politik belah bambu yang pernah terjadi.
Baca Juga: Ada Konvoi Kudeta Militer, Wanita Myanmar Santuy Senam 'Ampun Bang Jago'
Pangi menyebutkan partai politik tersebut diantaranya Partai Golkar, Partai PPP dan Partai Berkarya. Seluruh partai tersebut pernah mengalami dualism kepemimpinan.
"Kalau politik belah bambu ke Golkar bisa, PPP bisa, Berkarya bisa, ini pelajaran. Tapi ke Demokrat tidak berhasil," kata Pangi dikutip dari Hops.id -- jaringan Suara.com, Rabu (3/2/2021).
Terkuaknya rencana kudeta merupakan poin tambah bagi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.
Sehingga, partai tersebut bisa melakukan langkah antisipasi lebih cepat sebelum rencana kudeta terlaksana.
"Berarti Demokrat bisa mengantisipasinya lebih cepat, mengcounter dengan baik, sementara partai-partai lain tidak bisa," ungkap Pangi.
Baca Juga: Kepala Bakom Ungkap Rencana Besar Moeldoko Selain Kudeta Partai Demokrat
Kabar kudeta sendiri sebenarnya sudah berhembus lama, namun kabar tersebut sempat tak dihiraukan AHY. Namun, ketika kabar semakin kencang, AHY langsung bereaksi.
Kekuatan informasi terkait adanya rencana kudeta tersebut diakui AHY semakin kencang saat pengurus pusat dan daerah memberikan informasi kepada dirinya.
Sosok Jenderal Purn Moeldoko kemudian terseret dalam dugaan rencana aksi kudeta yang akan dijalankannya tersebut.
Atas tuduhan tersebut, Moeldoko sendiri tidak menolak secara tegas terhadap tudingan tersebut.
Dirinya hanya meminta Demokrat tidak mengkaitkannya dengan istana dan presiden Joko Widodo.
Mantan Panglima TNI itu juga meminta AHY dan petinggi Demokrat tidak terbaca perasaan menghadapi dinamika yang sedang terjadi dalam tubuh Partai Demokrat.
Berita Terkait
-
Kakorlantas Ungkap Strategi Jelang Puncak Arus Balik Lebaran
-
Siap-siap Arus Balik, AHY: Pemerintah Sudah Punya Jurus Jitu Atasi Kemacetan
-
Lebaran Perdana era Prabowo Hambar: Ekonomi Lesu, Uang Beredar Turun dan Jumlah Pemudik Turun
-
Rekam Jejak Thaksin Shinawatra yang Jadi Penasihat Danantara, Dikudeta Karena Korupsi
-
Tunjuk Irwan Fecho Jadi Bendum Demokrat, AHY: Tugas Berat Gantikan Almarhum Renville Antonio
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!
-
Depresi Usai Jadi Korban KDRT, Dokter Qory Mulai Tenang Usai Bertemu Ketiga Anak