BeritaHits.id - Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menyindir cuitan Tengku Zulkarnain soal penggunaan alat tukar yang sah.
Eko Kuntadhi menegaskan bahwa alat tukar yang sah di Indonesia adalah rupiah.
Hal itu dia cuitkan melalui akun Twitter pribadinya @eko_kuntadhi, Rabu (3/2/2021).
Dalam cuitan itu, Eko Kuntadhi menyebut dinar bukanlah alat tukar yang sah di Indonesia.
"Alat tukar yang syah itu rupiah. Dinar emas maupun dinar candy bukan alat tukar yang syah di Indonesia," cuitnya, dikutip Suara.com.
Menurut dia, Tengku Zul yang merupakan bagian dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memang menggunakan dinar sebagai mata uang.
Akan tetapi, Eko Kuntadhi kembali menegaskan bahwa bangsa Indonesia bukan bangsa khilafah.
"HTI sih, dalam UUD-nya memang menggunakan dinar sebagai mata uang. Tapi ini Indonesia. Bukan bangsa khilafah!" lanjutnya.
Sebelumnya, Tengku Zulkarnain mempertanyakan soal dinar bukan sebagai alat tukar.
Baca Juga: Fakta Pasar Muamalah: Haramkan Uang Kertas, Transaksi Dinar-Dirham
Dirinya pun membandingkan dengan kartu tol, kartu parkir dan ATM.
"Kepada yth Bank Indonesia jika dinar dan dirham bukan alat tukar, apakah kartu tol, kartu parkir dan lain-lain itu alat tukar? Kan juga bukan alat tukar yang sah," cuitnya, melalui akun Twitter @ustadtengkuzul.
Lebih lanjut, Tengku Zul menjelaskan soal prinsip Muamalat tentang sistem jual beli yang sah.
"Dalam prinsip Muamalat jual beli sah dengan sistem barter, tukar barang, atau tukar dengan emas perak yang dilakukan. Beri jalan keluar," ujarnya.
Berita Terkait
-
Pakai Dinar-Dirham, Wapres Maruf Sebut Pendiri Pasar Muamalah Menyimpang
-
Nilai Tukar Rupiah Terkapar Digerus Dolar AS
-
Fakta Pasar Muamalah: Haramkan Uang Kertas, Transaksi Dinar-Dirham
-
Bos Pasar Muamalah Ternyata Pesan Dinar dan Dirham dari Antam
-
Ferdinand Sentil Tengku Zul Soal Dinar: Masa Begini Enggak Paham?
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!