BeritaHits.id - Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan media promosi sebuah wedding organizer (WO) bernama Aisha Weddings yang dituding mengampanyekan pernikahan usia dini.
Pada websitenya, Aisha Weddings mencantumkan kalimat anjuran pernikahan dini yang berisi:
"Semua wanita muslim ingin bertaqwa dan taat kepada Allah SWT dan suaminya. Untuk berkenan di mata Allah dan suami, Anda harus menikah pada usia 12-21 tahun dan tidak lebih," tulis keterangan itu.
"Jangan tunda pernikahan karena keinginan egoismu, tugasmu sebagai gadis adalah melayani kebutuhan suamimu. Anda harus bergantung pada seorang pria sedini mungkin untuk keluarga yang stabil dan bahagia. Jangan menjadi beban bagi orang tua Anda, temukan pria lebih awal!," lanjutnya.
Melihat hal itu, pegiat media sosial Eko Kuntadhi menjadi geram dan marah. Melalui akun Twitter pribadinya, Eko mengatakan bahwa bisnis Aisha Weddings begitu bejat karena mengorbankan anak usia sekolah, yakni 12 tahun.
"Bejat banget nih bisnis. Anak-anak usia sekolah, 12 tahun udah mau dijadikan umpan pernikahan," ujar @eko_kuntadhi seperti dikutip Suara.com, Rabu (10/2/2021).
Menurut Eko Kuntadhi, anak di usia 12 tahun masih sibuk bermain boneka barbie dan TikTok. Bahkan menurutnya, anak umur 12 tahun masih susah membedakan mana pensil alis dan crayon.
"Anak 12 tahun, masih sibuk main Barbie sama Tiktok. Bedain pensil alis sama crayon aja masih salah," terangnya.
Lanjutnya, Eko Kuntadhi mempertanyakan apa tidak ada cara bisnis yang lebih beradab tanpa mengorbankan anak di bawah umur.
Baca Juga: Menteri Bintang Puspayoga Bawa Aisha Weddings ke Jalur Hukum
"Apa enggak ada cara bisnis lain, yang lebih beradab?," tegasnya.
Di cuitan lainnya, Eko Kuntadhi membayangkan bagaimana nasib anak yang masih berumur 12 tahun dan duduk di bangku kelas 6 SD sudah dipaksa untuk menikah.
"Gue ngebayangin anak SD kelas 6. Usia 12 tahun. Dipaksa menikah. Tahu enggak. Sekolah gratis sampai SMU. Ada dana PKH dan tunjangan sosial. BPJS bisa gratis," terang Eko.
Eko Kuntadhi menyatakan, dirinya begitu prihatin dengan nasib anak-anak yang menjadi korban. Terlebih mereka memiliki masa depan yang panjang, ketimbang menjadi sasaran orang-orang bejat yang berlindung di balik agama.
"Masa depan terbentang untuk semua anak. Mereka bisa lebih berarti ketimbang jadi sasaran orang-orang bejat. Atas nama agama!," lanjutnya.
Sebagai gambaran, Aisha Weddings merupakan jasa penyelenggara pernikahan atau biasa dikenal sebagai wedding organizer (WO).
Tag
Berita Terkait
-
Puluhan Mobil Pecah Ban di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Ada Apa?
-
4 Foto dan Fakta Beiby Putri, Artis yang Dibekuk Polisi karena Narkoba
-
Estetik Banget, Perempuan Ini Bagikan Foto Wujud Asli Kepingan Salju
-
Menteri Bintang Puspayoga Bawa Aisha Weddings ke Jalur Hukum
-
Viral WO Tawarkan Nikah dari Usia 12 Tahun, Mantan Menag Mengecam
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!