BeritaHits.id - Kembali heboh kabar bahwa vaksin Sinovac yang disuntikkan kepada peserta vaksinasi covid-19 memberi efek samping memperbesar alat kelamin. Kali ini kabar tersebut muncul dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morotai, Maluku Utara, Julius Giskar Krons.
Berdasarkan pengakuan Julius, ada peserta yang mengaku mengalami kejadian aneh setelah disuntik vaksin. Peserta tersebut merasa alat kelaminnya membesar.
Pengakuan Julius ini dimuat dalam situs Indotimur.com dengan judul "Kadinkes Morotai Akui Ada Peserta Usai Divaksin Mengaku Alat Kelaminnya Bertambah Besar" pada 22 Februari 2021. Lalu benarkah vaksin Covid-19 membuat alat kelamin membesar?
Penjelasan
Sebenarnya isu yang mengklaim bahwa vaksin Covid-19 membuat alat kelamin membesar telah beredar sejak awal tahun 2021. Narasi tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama Agus Papaa Jenggoot pada 7 Januari 2021.
Dalam unggahan akun Facebook itu, nampak foto potongan berita di sebuah koran dengan narasi sebagai berikut:
"Dalam sebuah jurnal terbitan Inggris misalnya, vaksin Sinovac disebutkan memberi efek samping pembesaran alat kelamin. Lelaki yang sudah disuntik vaksin buatan China tersebut disebutkan alat vitalnya memanjang sampai 3 inchi".
Klaim narasi ini tidak terbukti kebenarannya. Jurnal yang disebutkan dalam klaim itu adalah hasil studi yang telah disunting sedemikian rupa. Sehingga muncul informasi palsu yang dibuat oleh orang tak bertanggungjawab.
Suara.com pun telah membuat Cek Fakta atas konten tersebut yang diterbitkan pada Jumat (8/1/2021) dengan judul "CEK FAKTA: Benarkah Suntik Vaksin Sinovac Bisa Memperbesar Penis?".
Baca Juga: Lansia di Bantul Bakal Masuk Vaksinasi Tahap Ketiga
Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia, informasi dari postingan Facebook itu termasuk hoaks.
"Hoaks lah, mana ada jurnal ilmiah pakai bahasa seperti itu. Lagian vaksin kita bukan rekombinan," kata Lucia.
Ada dua vaksin Covid-19 yang telah mengumumkan efektivitasnya, yakni Pfizer-BioNTech dan Moderna. Uji klinis kedua vaksin tersebut tidak menunjukkan pembesaran penis sebagai salah satu risiko atau efek samping.
Satgas Covid-19 melalui situs resminya covid19.go.id juga menegaskan bahwa klaim vaksin Covid-19 membuat alat kelamin membesar itu tidak benar.
Bukti bahwa studi dalam klaim itu telah diedit terlihat dari adanya kesamaan metode yang digunakan dalam jurnal palsu tersebut. Hasil penelusuran di situs NEJM juga tidak ditemukan jurnal berjudul "SARS-CoV-2 Recombinant COVID-19 Vaccine has shown to increase penis lenght by 3 inches in some individuals".
"Studi itu tipuan. Kesalahan ejaan dan tata bahasa dan jelas bahasa non-akademis yang terkandung dalam artikel dengan mudah menunjukkan bahwa itu dimaksudkan untuk menjadi humor, tetapi bukti pasti dapat ditemukan dalam fakta bahwa artikel tersebut menyalin dan menempel seluruh bagian dari studi nyata, yang sebenarnya diterbitkan di New England Journal of Medicine pada 10 Desember 2020," kutip Snopes.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!