BeritaHits.id - Di zaman modern ini berbagai macam jenis penipuan masih terus ditemui. Apalagi saat berbelanja secara online.
Banyak cara untuk berbelanja secara online. Pembayaran belanja secara online pun cukup mudah dengan menggunakan Cash On Delivery (COD).
Sistem pembayaran itu dilakukan dengan membayar saat barang sampai di tempat. Akan tetapi, sistem pembayaran COD kerap kali merugikan para kurir.
Hal ini lantaran kebanyakan pembeli tidak ingin membayar barang ketika pesanannya tidak sesuai harapan. Bahkan, terkadang kurir harus menanggung biaya pembeli terlebih dahulu.
Seperti halnya yang dialami oleh driver ojek online saat hendak mengantarkan barang ke pembeli.
Pengalaman tak menyenangkan ini dibagikan oleh seorang pemuda bernama Yusuf Bachtiar melalui akun Instagram @yusufbachtiar17, Selasa (16/3/2021).
Dirinya membagikan pengalamannya ketika menjadi korban pesanan fiktif. Kejadian ini diketahui terjadi di Bali.
Dalam unggahan tersebut, pemuda itu menceritakan bahwa ia menjadi korban pesanan fiktif hingga kehilangan uang sebesar Rp 400 ribu.
Yusuf pun menceritakan kronologi kejadian yang membuatnya kehilangan uang sebesar Rp 400 ribu. Awalnya, dia mendapatkan pesanan dari GoShop. Pelanggannya membeli jam tangan seharga Rp 400 ribu.
Baca Juga: Viral Penampakan Diduga Meteor Jatuh di Langit Kabupaten Banggai Sulteng
Yusuf pun mengaku ragu untuk mengambil pesanan tersebut. Akan tetapi, teman-temannya meminta dirinya untuk mengambil pesanan tersebut lantaran tidak ada yang mencurigakan.
"Jadi kronologinya gini, saya dapat orderan g*shop dengan keterangan beli jam tangan Rp 400 ribu. Awalnya udah ragu nggak mau ngambil karena mencurigakan tapi banyak temen yang nyuruh buat ambil aja karena ada alamat lengkapnya," jelas Yusuf, dikutip Suara.com.
Akhirnya, Yusuf pun mengambil pesanan tersebut. Setelah itu dia membayar barang tersebut dengan sistem Cash On Delivery (COD).
Barang itu pun dia antarkan sesuai dengan lokasi yang tertera. Akan tetapi, sesampai di lokasi dirinya pun menghubungi si pembeli.
Namun apesnya, tidak ada jawaban dari pembeli. Akhirnya, Yusuf pun sadar bahwa ia mendapat pesanan fiktif.
"Setelah barang udah saya bayar dan saya antarkan dengan lokasi yang lumayan jauh. Sesapainya di sana saya telfon tapi csnya terus meriject telfon sampai akhirnya saya tahu kalau ini beneran fiktif," ujar Yusuf.
Mengetahui hal itu, Yusuf pun langsung pergi ke lokasi dan menuju kantor ojek online.
Dia pun berbicara dan menjelaskan kejadian itu kepada satpam. Mereka sepakat untuk membuka paket tersebut.
Apesnya, setelah satpam membuka paket tersebut ternyata isinya bukanlah jam tangan sesuai pesanan yang tertera. Akan tetapi, kotak tersebut berisi dua kain bekas dan batu.
"Dan setelah berbicara dengan security bagaimana baiknya akhirnya kita buka paket yang katanya berisi jam seharga 400.000 ribu itu. Ternyata kotak yang saya udah antarkan jauh jauh hanya berisi batu dan 2 kain bekas yang di taruh di dalamnya," lanjutnya.
Adanya kejadian ini, Yusuf menjadikan hal ini sebagai pembelajaran. Dia pun meminta agar masyarakat berhati-hati dengan tindak penipuan seperti yang ia alami.
"Mungkin ini menjadi pelajaran buat saya dan semuanya agar lebih hati hati lagi ketika mengambil orderan. Untuk yang sudah berhasil menipu semoga baik baik aja ya. Soalnya saya sudah berdoa jelek untuk kamu," pungkasnya.
Unggahan tersebut pun mendapatkan perhatian dari warganet. Berbagai macam respon dituangkan dalam kolom komentar unggahan tersebut.
"Semoga Allah ganti dengan yang lebih baik bang. Tetap semangat dan lebih berhati-hati lagi bang," ujar warganet.
"Semoga doanya d kabulkan bro," tulis warganet.
"Astaga parah banget ya," komentar warganet.
Berita Terkait
-
Viral Penampakan Diduga Meteor Jatuh di Langit Kabupaten Banggai Sulteng
-
Viral Video Jokowi Sebar Hadiah dari Dalam Mobil saat Kunjungan ke Bali
-
Ojol Dapat Orderan Fiktif Senilai Rp 400 Ribu, Isinya Bikin Ngelus Dada
-
Sempat Viral, Remaja Standing Motor Pakai Celana Dalam Akhirnya Minta Maaf
-
Sukses Bikin Iri, Warganet Ini Punya Supermarket Pribadi di Dalam Rumah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!