BeritaHits.id - Indonesia tengah diguncang aksi terorisme dalam sepekan terakhir. Pada Minggu (28/3) pagi, bom meledak di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. Belum genap sepekan, Mabes Polri menjadi sasaran aksi teror penembakan pada Rabu (31/3) petang.
Rentetan peristiwa teror ini langsung menuai kecaman dari pemerintah dan publik. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPT) lantas membagikan sebuah video yang mengungkap kisah pilu penyintas korban terorisme.
BNPT mengungkap salah satu cerita mengenai penyintas korban terorisme bernama Iwan Setiawan. Iwan merupakan korban dari pengeboman Kedubes Australia atau yang biasa disebut Bom Kuningan pada 2004.
Dalam ledakan yang menewaskan 9 orang itu, Iwan kehilangan istri, pekerjaan, dan penglihatannya. Ia berani menceritakan pengalaman traumatisnya dengan harapan masyarakat mengetahui dampak mengerikan aksi terorisme.
"Dampak dari kejadian bom itu saya kehilangan mata kanan saya, cacat permanen. Mata kanan tidak bisa melihat lah," ungkap Iwan seperti dikutip dalam akun YouTube BNPT, Kamis (1/4).
Tidak hanya Iwan, keluarganya juga mengalami dampak psikis yang besar akibat aksi pengeboman itu. Putri Iwan, Sarah Darien Salsabila mengungkap dengan pilu bagaimana fisik sang ayah yang sudah berubah.
"Menurut Sarah, tidak ada yang berubah dari ayah, masih kayak dulu. Walaupun fisiknya sudah berubah, namun cintanya gak pernah berubah," tutur Sarah.
Tak kuasa menahan tangisan, Sarah mencurahkan kerinduannya kepada sang ibu yang tewas dalam tragedi itu. Ia mengaku pedih harus kehilangan sang ibu di usianya yang masih anak-anak.
"Gak bisa ngomong apa-apa sih sebenarnya, tapi cuma mau bilang kangen aja sama mamah. Suka kayak cemburu kalau orang-orang lain itu masih bisa ketemu sama mamahnya. Masih bisa ngobrol," kata Sarah
Baca Juga: Pasca Teror Bom, DPR Minta Polri Tingkatkan Pengawasan Objek Vital
"Tapi di usia yang masih kecil, Sarah harus belajar menerima kehilangan," sambungnya. "Tanpa mamah, tanpa bisa ngerasain rasa cinta seperti dari orang-orang di sekitar. Misal dibawakan bekal ke sekolah."
Berita Terkait
-
Pasca Teror Bom, DPR Minta Polri Tingkatkan Pengawasan Objek Vital
-
BIN Bantah Isu Kepolisian Sengaja Kaitkan FPI dengan Aksi Terorisme
-
Aksi Teror Marak Gunakan Perempuan dan Anak-Anak, Ini Kata Pengamat
-
Heroik! Pemuda Lari ke Gereja Makassar saat Dibom, Selamatkan Seorang Nenek
-
Aksi Teror Terjadi Lagi, Tingkat Keamanan Mabes Polri Dipertanyakan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!