BeritaHits.id - Eks Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain atau Tengku Zul mengaku heran dengan orang-orang yang membanggakan mobil Esemka.
Pasalnya, Tengku Zul menyebut komponen mobil Esemka hanya 60 persen dari produk lokal, sisa komponen merupakan produk impor.
Dalam cuitannya di akun Twitter @ustadtengkuzul, Tengku Zul membagikan artikel salah satu media online yang mewartakan komponen mobil Esemka dibandingkan dengan mobil-mobil lainnya.
"Tim sorak ramai-ramai banggain Esemka, lha komponennya saja cuma 60 persen buatan lokal sisanya impor," kata Tengku Zul seperti dikutip Beritahits.id, Senin (19/4/2021).
Menurut Tengku Zul, ia lebih memilih mobil lainnya seperti Avanza atau Innova ibandingkan Esemka.
Pasalnya, mobil-mobil tersebut menggunakan komponen lokal lebih dari 60 persen.
Ia juga sempat menyindir para buzzer yang tak menyadari objek yang dibelanya ternyata tak memakai produk impor.
"Mending beli Inova 85 persen lokal, Avanza 95 persen lokal. Bangga kok sama asing? Hahaha buzzer kapan sadar?" tukasnya.
Ada Campur Tangan China
Baca Juga: Pasangan di Aceh Dimandikan Air Got, Tengku Zul: Gejala Apakah Itu?
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto tak menampik adanya campur tangan China dalam produksi mobil Esemka. Menurut dia, hadirnya mobil Esemka berkat kerja sama antara Changan Star Truck dengan Produsen Esemka PT Solo Manufaktur Kreasi.
Airlangga menjelaskan, kerja sama yang dilakukan tersebut biasanya disebut multiple platform. Kerja sama ini juga biasa dilakukan beberapa negara untuk menciptakan mobil nasional.
"Ya pasti antara pabrikan punya kerja sama. Seperti dulu Proton pernah kerja sama dengan Suzuki Indonesia sehingga impor Complete Knocked Down (CKD) atau mobil jadi dari Indonesia. Di Indonesia namanya Suzuki Ertiga di sana namanya Proton," kata dia saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (10/9/2019).
Airlangga pun membantah Indonesia menjilplak karya dari China. Dia menerangkan, kerja sama yang dilakukan dengan China itu adalah hal yang wajar.
Dia mencontohkan, mobil nasional milik Vietnam, VietFast yang juga menjiplak model mobil BMW. Tapi perakitaannya tetap dilakukan di Vietnam.
"Ya kan kalau mobil multiplatform kan biasa kita engga pernah bilang Vietnam jiplak BMW kan enggak karena mereka ada perjanjian. kita engga bisa bilang juga jiplak Toyota jiplak Daihatsu. Orang pabrik Toyota Avanza kan diproduksinya di Daihatsu," tutur dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!