Scroll untuk membaca artikel
Rifan Aditya | Chyntia Sami Bhayangkara
Senin, 26 April 2021 | 08:40 WIB
Wawancara kru KRI Nanggala 402 Serda Setyo Wawan (IG/infokomando)

Dalam wawancara tersebut, Setyo menggambarkan situasi di dalam kapal selam yang cukup sempit.

Selama berada di dalam kapal selam, para kru kapal tidak bisa berbaring karena tempat yang sempit.

"Kita tidur enggak bisa, kadang tidur pun harus duduk karena terbatas tempatnya. Lorongnya pun kecil, untuk dilewati dua orang saja harus bergantian," ungkapnya.

Awal-awal menjadi awak kapal selam, Setyo sempat merasa jenuh. Sebab, luas kapal selam begitu kecil dan selalu bertemu dengan orang yan itu-itu saja.

Baca Juga: Momen Mensos Risma Beri Mainan ke Anak Kru KRI Nanggala-402, Publik Terharu

"Ketemu lagi ketemu lagi. Tapi lama-lama ya jadi bercandaan, akhirnya malah membikin kekeluargaan itu menjadi lebih erat," tuturnya.

Kapal Terbelah Tiga Bagian

KRI Nanggala 402  telah berhasil ditemukan di kedalaman 838 meter, namun kondisi tubuh kapal selam terbelah menjadi tiga bagian.

"Dari tempat tenggelamnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 yard di selatan pada kedalaman 838 meter, terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam jumpa pers, Minggu (25/4/2021).

"Jadi di sana KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian," lanjut Laksamana Yudo Margono.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Beri Beasiswa Gratis ke Anak Kru KRI Nanggala-402

Selanjutnya ditunjukkan pakaian escape suit MK11 yang diambil oleh Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot dalam air.

Load More