BeritaHits.id - Kisah kemanusiaan seputar pandemi Covid-19 kembali terdengar di Tanah Air. Kali ini, kisah pilu anak merelakan ibunya yang terinfeksi virus corona menjadi viral.
Cerita ini dibagikan oleh seorang wanita bernama Susy di akun TikTok @susyrizky. Ia membagikan kisah temannya, yang berani memberikan ICU ke pasien yang memiliki harapan hidup lebih tinggi dari ibunya.
Kisah ini bermula saat temannya yang bernama Santi menghubunginya. Temannya itu mencari ventilator untuk ibunya yang sedang kritis karena Covid-19.
"Mbak, maaf pagi-pagi ganggu. Aku perlu ventilator. Ada yang bisa pinjamin mbak? Mama kritis. Dari subuh cari kemana-mana, tapi nggak dapat. Tadi udah sempat hilang nadinya," kata Santi.
"Tadinya mau pindah ke ICU pagi ini, karena ada yang meninggal. Tapi mama belum jadi dipindah karena kritis lagi," lanjutnya.
Susy pun langsung bergerak cepat membantu mencarikan ventilator. Kebetulan, ada kenalannya yang memiliki ventilator, dan ikhlas meminjamkannya.
"Saya telepon teman saya Jane nggak diangkat. Lalu WA, saya bilang mau pinjam mini ICU baru milik temannya yang keburu meninggal sebelum dipakai. Lima menit kemudian, Jane telepon balik dan mengizinkan," cerita Susy.
"Dikasih pinjam gitu, saya malah bingung. Ini Jane hatinya terbuat dari apa ya. Gampang-gampang aja ngasih pinjem barang mahal. Padahal sama yang mau pakai dia belum kenal," sambungnya.
Setelah dipinjami, Susy langsung menghubungi Santi yang senang mendengar kabar ini. Namun beberapa waktu kemudian, Santi mengabari tidak jadi meminjam mini ICU karena ibunya sudah bisa masuk ICU.
Baca Juga: Covid-19 Renggut Nyawa 120 Guru di Kaltim, Benua Etam Hadapi Krisis Tenaga Pendidik
"Jam 8 pagi, Santi ngabarin nggak jadi pinjam mini ICU karena ibunya sudah bisa masuk ICU," cerita Susy.
Satu jam berikutnya, Santi mengabari kondisi ibunya memburuk dan sudah tidak ada respons.
"Jam 08.58 WIB, Santi WhatsApp lagi, sang mama blue call ke 5. Udah nggak respons, hanya jantungnya masih berdetak," beber Susy.
Sebagai teman, Susy langung memberikan nasihat ke Santi untuk bersiap-siap menghadapi hal buruk. Santi hanya bisa menangis.
"Mirip bapak saya, San. Udah Santi ikhlaskan aja biar mama gampang jalannya. Santi siapkan diri dan jaga adik-adik kalau sampai terjadi hal yang terburuk. Supaya kalau mama harus pulang, anak-anak bisa lebih ikhlas," cerita Susy.
Santi ternyata berada di Jepang dan tidak bisa menemani ibunya. Selama ini, ia memonitor ibunya dengan menghubungi perawat yang berjaga.
Berita Terkait
-
Covid-19 Renggut Nyawa 120 Guru di Kaltim, Benua Etam Hadapi Krisis Tenaga Pendidik
-
WHO Desak Pemerintah AS Ungkap Bukti Asal-usul Virus Corona
-
Saat Menikah Enggak Janji Setia, Denny Sumargo Realistis Soal Kemungkinan Cerai
-
Viral Warga Divonis Nakes Sudah Meninggal Gegara Corona, Ternyata Masih Hidup
-
Gegara Varian Delta, Kasus Covid-19 di China Meningkat Lagi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!