BeritaHits.id - Pengamat politik Rocky Gerung turut buka suara terkait penangkapan beberapa ulama termasuk anggota Komisi Fatwa MUI.
Dalam sebuah video yang tayang di kanal Youtubenya pada Rabu (17/11/2021) Rocky menyebut adanya upaya untuk kembali menaikkan isu radikalisme demi menutupi isu-isu lain yang sedang disorot.
Dalam video tersebut Rocky juga menyingung soal korupsi dan keterlibatan beberapa pejabat dalam bisnis tes PCR.
Menutupi isu lain
Rocky menyebut isu Islam dan isu radikalisme selalau dimunculkan jika tak ada isu lain.
"Jadi Islam selalu akan disodorkan ketika nggak ada isu. Maka disodorkanlah isu Islam," ujar Rocky Gerung dalam videonya, dikutip BeritaHits.Id, Rabu (17/11/2021).
Lebih lanjut Rocky menyebut isu radikalisme dimunculkan untuk menutupi isu korupsi dan juga tes PCR yang sedang didorot masyarakat.
"Jadi pemerintah betul-betul main cuma di dua bidang itu aja, atau dia menutupi korupsi atau dia justru dalam upaya menutupi korupsi dan termasuk PCR ini disodorkan isu baru soal radikalisme," sambungnya.
Menurut Rocky Gerung, pihak yang akan menjadi korban dari kemunculan isu baru seputar radikalisme adalah orang-orang yang dianggap atu nafas dengan Habib Rizieq.
Baca Juga: Pimpinan KPK Ungkap Cara Usut Dugaan Korupsi Formula E
"Dan korbannya pasti adalah mereka yang dianggap senafas dengan Habib Rizieq," ujar Rocky dalam video tersebut.
Hal yang membahayakan negara
Rocky menyebut, dengan adanya penangkapan ulama dan anggota Komisi Fatwa MUI seakan ingin memperlihatkan pada publik ada yang sedang membahayakan negara.
Ia juga menyebut pemerintah memukul rata faksi-faksi Islam untuk mengelabuhi opini publik.
"Padahal sebetulnya, faksi-faksi di dalam Islam itukan beragam sekali. Pemerintah pukul rata aja untuk mengelabui opini publik, bahwa ada kegiatan yang membahayakan negara," ujar Rocky Gerung.
Rocky melanjutkan, hal yang menurutnya sangat membahayakan negara adalah utang.
Berita Terkait
-
Klaim Punya Bukti Kuat Tangkap Anggota MUI Ahmad Zain, Polri: Tak Ada Kriminalisasi!
-
Kasus Proyek Toilet Sekolah Kabupaten Bekasi Rp98 Miliar, Ini Dugaan KPK
-
KPK Tegaskan Masih Usut Dugaan Korupsi Proyek Toilet Sekolah di Kabupaten Bekasi
-
Ahli Ungkap Pembangunan Masjid Sriwijaya Gagal Sejak dari Perencanaan
-
Pimpinan KPK Ungkap Cara Usut Dugaan Korupsi Formula E
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!