Dilansir dari AFP, penyebab utama konsentrasi garam dalam air laut atau salinitas laut adalah ion mineral yang larut dalam air hujan setelah jatuh di darat. Ion-ion mineral itu kemudian mengalir ke sungai dan akhirnya masuk ke laut.
Tingginya ion mineral yang terlarut itu digunakan oleh organisme di laut, lalu dikeluarkan di air. Sedangkan yang lainnya tidak dihilangkan. Alhasil, konsentrasi garam meningkat seiring waktu.
Selain itu, hingga kini tidak ada hasil penelitian ataupun sumber kredibel yang mendukung klaim bahwa “sperma paus” berkontribusi pada salinitas laut.
Berdasarkan penelitian sebuah organisasi di Kanada yang berfokus pada studi mamalia laut, Mingan Island Cetacean Study menyebut informasi sperma ikan paus membuat laut menjadi asin tidak berdasar.
Baca Juga: Warga Lembata Diperingatkan untuk Waspadai Erupsi Susulan Gunung Api Bawah Laut
“Pernyataan tentang membuat air laut asin ini benar-benar omong kosong. Ini tampaknya hanya fantasi yang tidak berpendidikan,” kata Presiden Mingan Island Cetacean Study, Richard Seats.
Hal serupa juga bisa dilihat di laman National Ocean Services Amerika Serikat. Laman itu menjelaskan garam laut berasal dari dua sumber, yakni limpasan dari darat dan bukaan dari dasar laut.
Adapun batuan di darat menjadi sumber utama garam terlarut dalam air laut. Sementara air hujan yang jatuh di darat mengandung sedikit asam sehingga mengikis batuan.
Proses itu yang memicu pelepasan ion, yang kemudian terbawa ke sungai dan akhirnya bermuara di laut.
Survei Geologi AS (USGS) juga mencantumkan sumber salinitas laut lainnya adalah ventilasi hidrotermal di dasar laut dan letusan gunung berapi bawah laut.
Baca Juga: CEK FAKTA: Megawati dan Prabowo Resmi Calonkan Ganjar Jadi Capres 2024, Benarkah?
Para ahli juga membantah bahwa paus jantan menghasilkan 40 galon sperma saat kawin. Pasalnya, belum diketahui secara jelas hingga sekarang berapa banyak sperma yang dikeluarkan paus saat kawin.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Kagum dengan Islam, Kim Jong Un Kunjungi Indonesia
-
Harga Tiket Kapal Laut Makassar-Surabaya April 2025 dengan Jadwal Terbaru
-
CEK FAKTA: Pagar Laut dari Bambu Diganti Beton
-
Kasus Pagar Laut Dikembalikan ke Mabes Polri, Pakar Harapkan Aktor Kelas Kakap Ikut Dijerat Hukum
-
Mengapa Sperma Salmon Jadi Tren Perawatan Anti-Aging Terbaru?
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
Terkini
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!
-
Depresi Usai Jadi Korban KDRT, Dokter Qory Mulai Tenang Usai Bertemu Ketiga Anak