BeritaHits.id - Analis Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan bahwa, para elit PDIP punya PR besar jika ngotot ingin mencalonkan Puan Maharani sebagai kandidat Capres 2024.
Pasalnya, tidak sedikit kader PDIP yang mendukung Ganjar Pranowo ketimbang Ketua DPR RI tersebut.
Berdasarkan angka statistik, mayoritas pemilih PDIP lebih condong mendukung Ganjar Pranowo sebagai kandidat yang layak diusung untuk 2024.
Di saat yang bersamaan, juga banyak pemilih di luar PDIP interes dan tertarik terhadap Ganjar.
Baca Juga: Rancangan Perubahan APBD Jateng 2022, Ganjar Prioritaskan untuk Bantuan Sosial
Dengan kata lain, Gubernur Jawa Tengah ini sudah melampaui hal tersebut sehingga sangat bisa untuk mendapat tiket pencapresan 2024.
"Kalau PDIP ingin serius mengusung Puan jadi kandidat Capres 2024, tentu yang dipikirkan tidak hanya merebut basis PDIP yang 20 persen. Tapi harus menggaruk pemilih yang lainnya," kata Syarif Hidayatullah dalam wawancara yang ditayangkan Kanal Youtube KOMPASTV dikutip Beritahits.id pada Jumat, (23/9/2022).
Meski Puan didukung penuh oleh Dewan Kolonel besutan elit-elit PDIP, namun nyatanya tidak semudah itu. Syarif menyebut sulit Mengkonversi 20 Persen Suara PDIP Untuk Puan Maharani maju Capres, karena mayoritas pemilih PDIP berpihak ke Ganjar.
"Berarti di situ ada jarak psikologis yang harus diterapkan," ungkap dia.
Dengan munculnya Dewan Kolonel (elit) dan Dewan Kopral (gasrut) besutan pendukung Ganjar justru bagus karena dianggap sebagai solidaritas.
Baca Juga: Puan Maharani Dinilai Perlemah Pasangan di Pilpres 2024, Sekalipun Berduet dengan Prabowo Subianto
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul mengungkapkan kekuatan Ketua DPR RI Puan Maharani di Pilpres 2024.
Berita Terkait
-
Belum Ada Ucapan Maaf Lebaran dari Jokowi-Gibran ke Megawati, Guntur Romli PDIP: Tak Diharapkan Juga
-
Jokowi-Megawati Belum Terlihat Berlebaran, Analis: Luka Konfliknya Cukup Mendalam, Tak Ada Obatnya
-
Retreat Gelombang Kedua Digelar Usai Lebaran, Megawati Perintahkan Kepala Daerah PDIP Wajib Ikut
-
Lebaran ke Megawati hingga Jokowi, Didit Disebut Jadi Kekuatan 'Soft Politics' Presiden Prabowo
-
Waketum PAN Terang-terangan Puji Didit Prabowo Temui Megawati: Meneduhkan Dinamika Politik
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!
-
Depresi Usai Jadi Korban KDRT, Dokter Qory Mulai Tenang Usai Bertemu Ketiga Anak