BeritaHits.id - Mendagri Tito Karnavian ikut terseret dalam kasus kopi sianida yang kembali memanas beberapa waktu belakangan. Pasalnya ayah Wayan Mirna Salihin sempat menyebutkan nama Tito sebagai salah satu polisi yang menonton detik-detik Jessica Kumala Wongso diduga memasukkan racun sianida bersamanya.
Yang menjadi sorotan, Edi Darmawan Salihin mengaku sengaja tidak mengeluarkan bukti krusial tersebut di persidangan demi membuat Jessica merasakan suramnya penjara. Hal ini sontak membuat Tito ikut menjadi perbincangan warganet bersama sejumlah nama polisi lain seperti Krishna Murti.
Salah satu yang menyorotinya adalah akun TikTok @curhat_sharing_bareng dan memperlihatkan video wawancara lawas Tito terkait kasus kopi sianida.
Kala itu Tito sudah tidak menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya tetapi masih berpangkat jenderal bintang dua alias Irjen. Tito lalu membahas soal peran Kepolisian Federal Australia (AFP) dalam kasus Jessica.
“Jessica saya kira sekarang sudah tahap pemberkasan. Tapi saya kira dapat informasi yang sangat bagus dari Australia, tapi sengaja belum diekspos,” tutur Tito, dikutip pada Kamis (12/10/2023).
“Ada catatan kriminal, di antaranya percobaan bunuh diri. Tapi kita belum ekspos karena terikat dalam MLA dengan Australia, setiap statement dikeluarkan oleh Polri harus ada kesepakatan,” lanjutnya.
Tito memang menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya ketika kasus kopi sianida mulai diusut. Namun belakangan publik menyoroti cepatnya kenaikan pangkat Tito lantaran hanya dalam beberapa bulan sudah menjadi jenderal polisi bintang 4 dan menjadi Kapolri.
Karier Kilat Tito Karnavian di Tahun 2016
Sebagai pengingat, kasus kopi sianida terjadi pada 6 Januari 2016 dan saat itu Tito menjadi Kapolda Metro Jaya dengan pangkat Irjen. Selain kopi sianida, kala itu Tito menghadapi sejumlah peristiwa besar, salah satunya teror bom Sarinah yang turut melambungkan nama Krishna Murti.
Lalu per tanggal 14 Maret 2016, Tito mendapat promosi dan menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Dengan demikian, Tito mendapatkan penyesuaian kepangkatan menjadi Komjen alias jenderal polisi bintang tiga.
Namun jabatan ini pun tak berjalan lama. Pasalnya Presiden Joko Widodo kemudian menunjuk Tito menjadi calon tunggal Kapolri per tanggal 15 Juni 2016 untuk menggantikan Badrodin Haiti.
Usai melakukan fit and proper test, Komisi III DPR RI menyetujui usulan Jokowi dan Tito resmi dilantik menjadi Kapolri pada 13 Juli 2016. Dengan demikian, hanya dalam 3 bulan pangkat Tito kembali naik menjadi Jenderal penyandang empat bintang.
Bila dihitung dari kasus kopi sianida, maka hanya butuh waktu 6 bulan untuk Tito naik pangkat dua tingkat sekaligus dari bintang 2 ke 4. Hal inilah yang kemudian disoroti oleh sejumlah warganet.
“Saat kasus ini ternyata masih bintang 2, indikasi memang kemungkinan ngejar pangkat dari kasus ini,” komentar warganet.
“Boooo ngorbanin anak orang demi karier. Cuih,” kecam yang lainnya.
Berita Terkait
-
Jaksa Shandy Handika Feeling Menang Lawan Otto Hasibuan Saat Tangani Kasus Kopi Sianida Jessica Wongso
-
Nilai Pernyataan Dr Djaja soal Sianida Mirna Tak Valid, Prof Eddy: Tidak Beda dengan Orang Ngomong di Pinggir Jalan
-
Kesaksian Fristian Griec tentang Sisi Lain Jessica Wongso, Tak Banyak Diketahui Orang
-
Pasrah, Kembaran Mirna Legowo Jessica Wongso Banyak yang Bela: Dia Suka Jadi Pusat Perhatian
-
Kini Dihujat Gegara 'Ice Cold', Krishna Murti Pamer Penampakan Kopi Sianida: Jangan Diminum
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!