Scroll untuk membaca artikel
Agung Pratnyawan
Sabtu, 28 Oktober 2023 | 11:21 WIB
Ilustrasi bayi yang baru lahir (Freepik/rawpixel.com)

Dalam kesempatan terpisah, dr. Ekida Rehan Firmansyah atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ekida menjelaskan soal fenomena langka bayi hamil di Sumbar sebagai Fetus in Fetu.

Melalui postingan di akun media sosialnya, dr. Ekida menjelaskan jika Fetus in Fetu adalah janin di dalam janin, kejadian langka 1 dari 1 juta kelahiran.

"Jadi saat masih dalam perut, dua harusnya kembar identik kayak saya, yang punya satu ari-ari atau plasenta dan satu selaput korion. Tapi punya dua selaput cairan ketuban dan dua tali pusar," jelas dokter ini.

dr. Ekida menjelaskan jika janin kembar ini mengalami masalah saat pembelahan dari satu embrio menjadi dua embrio kembar identik.

Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Dokter di Bandung, Pelaku Merasa Ditantang Korban

"Dia tidak membelah secara sempurna. Kalau menempel namun mengembang sempurna itu bisa jadi kembar siam. Bisa hidup namun menggunakan organ berbarengan namun punya otak masing-masing." lanjutnya.

"Tapi kalau dia nggak bisa membelah sempurna dan salah satu kembarannya nggak bisa berkembang sempurna, kembarannya ini akan menempel dan menjadi kembar parasitik," jelas dr. Ekida.

Kembar parasitik ini tidak bisa berkembang dan tidak bisa hidup. Dan bisa menempel bahkan di dalam tubuh kembarannya.

"Sehingga waktu kembar satu lahir hanya ada satu. Padahal di dalamnya masih ada kembar parasitik. dan kalau letaknya di dalam tubuh itu disebut Fetus in Fetu," sambungnya.

Menurut dokter, Fetus in Fetu paling sering ditemukan di rongga perut bagian belakang. Sehingga terlihat seperti sedang hamil.

Baca Juga: Dokter RSUP M Djamil Padang Operasi Bayi 'Mengandung' Asal Pesisir Selatan Besok

"kelihatannya bayinya itu hamis, padahal kembarannya yang tidak bisa hidup," sebut dr. Ekida.

Load More