BeritaHits.id - Kronologi cor jalan di Jombang ambyar padahal belum ada dua jam dicor terus menjadi perbincangan publik. Adapun ruas jalan yang ambyar yaitu jalan Mojoagung-Mojoduwur di Desa Mojotrisno, Mojoagung, Jombang. Video cor jalan di Jombang ambyar pun kini viral di media sosial.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat para pengendara yang tak sabar nekat melintasi jalan cor beton yang masih sangat basah itu. Tanpa menghiraukan kondisi jalan, para pengendara tetap nekat melintas di jalan yang baru saja di cor.
Pada video yang beredar, awalnya hanya becak motor (bentor) yang nekat menerobos jalan cor yang belum kering tersebut. Tak terhindarkan, tiga roda becak itu pun terjebak di jalan cor yang masih basah tersebut.
Selang beberapa saat, ada sebuah truk besar mengangkut gelondongan kayu yang juga nekat melintas jalan baru dicor tersebut. Alhasil jalan yang baru dicor sekitar satu jam setengah itu seketika hancur.
Salah seorang warga yang berada di lokasi Elda Auliya (25) mengungkapkan bahwa insiden di video itu terjadi pada Kamis (26/10) pukul 14.00 WIB.
Ia membenarkan bahwa sopir bentor adalah orang pertama yang nekat melewati jalan cor yang masih basah tersebut. Saat itu bentor sedang melaju dari selatan ke utara atau dari Kecamatan Mojowarno ke daerah Mojoagung.
Baru 2 Jam Dicor
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Jombang Agung Setiaji pun juga membenarkan bahwa jalan yang baru dicor beton 2 hari lalu itu sudah rusak parah. Padahal baru Kamis (26/10) siang sekitar pukul 12.00 WIB jalan tersebut rampung dicor.
Dalam kesempatan itu, Agung juga menyebut bahwa baru 2 jam setelah dicor, sejumlah kendaraan nekat menerobos jalan yang masih basah. Adapu jalan yang dicor kurang lebih sepanjang 50 meter dari Simpang 3 Mojotrisno ke arah selatan.
Baca Juga: Membara, Lereng Gunung Anjasmoro Kembali Terbakar
"Pengecoran itu setelah Dzuhur. Kejadian kendaraan masuk itu mulai jam 2. Betul (jalan cornya masih basah)," bebernya.
Lebih lanjut Agung menjelaskan, bahwa proyek pengecoran jalan Mojoagung-Mojoduwur sepanjang 975 meter dengan lebar 7 meter ini dikerjakan olej PT Pucak Jaya Konstruksi.
Proyek tersebut telah menelan anggaran dari APBD Pemkab Jombang sebesar Rp 3,8 miliar dengan pengerjaannya secara bertahap setiap lajur.
Selama proyek pembangunan berlangsung, kata Agung, pihak pembangun juga sudah memasang rambu-rambu, pembatas, dan menempatkan petugas jaga untuk mencegah pengguna jalan.
Namun sayangnya, saat kejadian petugas jaga sedang mengawal truk molen untuk mengecor di titik lain. Sehingga tanpa perhitungan, para pengendara menerobos jalan itu.
"Ketika pelaksanaan proyek, ada (petugas) yang membuka portalnya dan juga pengatur lalu lintasnya mengawal truk molennya. Sehingga saat itu tidak ada yang jaga," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!