"Kerakusan partai itulah yang menyebabkan si tokoh partai yang disebut oknum itu mengabaikan seluruh pesan rakyat bahkan pesan kampanye atau bahkan pesan ibu Mega dalam pidato 'jangan sekali-kali mengambil uang rakyat'. Jadi buat apa partai itu hidup dengan retorika jangan mengambil uang rakyat," imbuhnya.
Rocky Gerung menjelaskan, harusnya seluruh masyarakat selalu ingat bahwa ekonomi politik korupsi berdasarkan kekuasaan dan kekuatan partai.
"Tapi selalu kita mengingatkan bahwa the political economy of corruption itu berbasis pada surplus kekuasaan partai. Jadi kalau partai berkuasa di eksekutif di legistatif berkuasa, dia pasti korupsi. Itu yang diingatkan Lord Acton: power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutely. PDIP punya power, maka potensi dia untuk korupsi betul-betul jangan diabaikan sudah terjadi itu," tuturnya.
Rocky Gerung turut menceritakan kisah sejumlah tokoh yang hidup penuh kesederhanaan dan membekas dalam sejarah. Hal itu karena ia ingin menunjukkan dan membandingkan, bahwa harusnya pejabat pemerintahan dapat hidup dengan sederhana tanpa berpikir memakan dan mengambil uang rakyatnya.
"Jadi pikiran-pikiran seperti itu ingin kita ingatkan bahwa ada Bung Karno yang hidup miskin, Bung Hatta yang mau beli sepatu dia mesti menabung dulu bertahun-tahun, Sutan Syahrir mati di penjara dalam keadaan miskin. Jadi seluruh founding person kita hidup dengan kesederhanaan," jelasnya.
Melihat realita tersebut, Rocky Gerung lantas geram dan menyebut PDIP sebagai partai rakyat harusnya tak merampok uang rakyat sampai triliunan. Ia menganggap hal itu begitu gila.
"Indonesia punya basis keadilan sosial yang membekas di dalam sejarah. Tiba-tiba ada partai wong cilik di era reformasi merampok negara dengan triliunan, itu absurd, gila, dan dungu. Sudah segitu kemarahan kita dan itu yang mesti dipamerkan dan dicatat. Kita ingin KPK baca itu sebagai penghianatan bangsa," ucapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Megawati Bilang Rakyat Indonesia Jorok, Gus Umar: Kadermu Jorok Luar Biadab
-
Kepala Inspektorat Sulsel : Ada Penyalahgunaan Anggaran Bansos Covid-19
-
Denny Siregar Sindir Rachland: Pengalaman Korupsi adalah Guru Terbaik!
-
Mensos Risma Diingatkan Benny PD: Penerima Bansos Fiktif Bisa Jadi Skandal
-
Rachland Nashidik: Korupsi Bansos Melanggar Pancasila
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!