BeritaHits.id - Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) belum lama ini memperkirakan ada sekitar 20.000 usaha Warteg (Warung Tegal) di Jabodetabek yang terancam gulung tikar atau bangkrut pada 2021. Pasalnya, pandemi Covid-19 membuat mereka kesulitan membayar sewa tempat.
Terancam bangkrutnya 20 ribu warteg tersebut ikut disorot Pengamat Politik Rocky Gerung yang menyeret sosok Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Bukan tanpa sebab, para pengusaha Warteg itu menurut Rocky Gerung pun menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kerja Mensos Risma.
Terlebih lagi angkanya terlampau besar sehingga dia menilai masalah ini sangat serius.
"Saya kira itu serius, 20 ribu itu artinya kalau satu warung tegal pelanggannya 30-40 orang orang per hari. Itu artinya 6 juta (600 ribu) pelanggan per hari yang tidak mampu membeli," ujarnya dalam video berjudul "20 Ribu Warteg Bangkrut. Ayo Bu Risma Bikin BUMN Warung Tegal" yang dibagikan lewat kanal YouTube Rocky Gerung Official.
"Dan itu yang membuat warteg tidak punya pendapatan untuk menutupi sewa bangunan," sambung Rocky Gerung.
Rocky Gerung lalu berpendapat bahwa warteg sejatinya merupakan gambaran ekonomi rakyat kecil di Indonesia. Dia menyangkutpautkan dengan keberadaan pemulung atau gelandangan yang belakangan disorot Mensos Risma.
"Ini yang mestinya disurvei Ibu Mensos Risma, kan ini bantalan sosial. Jangan mencari pemulung, carilah pemilik warung, wawancara dengan dia," kata Rocky Gerung.
Rocky Gerung tidak luput memberikan kritikan tajam, sampai menyebut Mensos Risma kebanyakan drama sehingga Warteg terabaikan.
Baca Juga: Isu Rasialisme Pigai, Sohibul Iman Ungkit Persaingan Politik: Siapa Menang?
"Karena kebanyakan drama, Bu Mensos lupa bahwa bagian yang disebut ekonomi subsisten adalah warung tegal. Di situ pemulung bisa ngutang, bahkan 5 ribu perak, Warung Tegal oke. Itu yang gak diketahui Mensos Risma," sambung Rocky Gerung.
Rocky Gerung berdalih, segala macam 'pencitraan' Mensos Risma seketika hancur dengan pemberitaan 20 ribu Warteg terancam bangkrut.
"Sekali lagi drama Bu Mensos Risma dibatalkan oleh fakta 20 ribu Warteg bangkrut," tandas Rocky Gerung.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Kowantara Mukroni menjelaskan, gagal bayar itu tak lepas dari terus menurunnya pendapatan usaha sejak awal pandemi COVID-19 melanda Indonesia, yaitu Maret 2020.
Lantaran pandemi ini turut membatasi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk kelompok pekerja sebagai pelanggan setia warteg yang hilang begitu saja.
"Pendapatan para pelaku usaha juga sudah turun terus dari Maret 2020. Untuk turunnya (pendapatan) karena aktivitas masyarakat semuanya terbatas (PSBB) juga. Turunnya omzet bisa mencapai 70 persen, biasa omzet sehari Rp2 - 3 juta sebelum pandemi, kini hanya Rp250.000 - Rp300.000 per hari. Drastis banget turunnya," jelasnya secara detail.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!
-
Reaksi Gibran Saat Iriana Jokowi Disebut Dalang di Balik Pencalonannya: Enggak Usah Dibesar-besarkan
-
Selvi Ananda Disebut Tak Restui Suaminya Maju Cawapres, Gibran: Itu Gosip!