BeritaHits.id - Film dokumenter Netflix dengan judul Ice Cold: Murder, Coffe, and Jessica Wongso menghebohkan publi. Film dokumenter itu mengulas tentang kasus kopi sianida yang merenggut nyawa Wayan Mirna Salihin pada 2016 lalu.
Munculnya film tersebut membuat kisah Jessica Wongso kembali mencuat, bahkan berbagai tanggapan tokoh kembali menjadi sorotan. Salah satunya ungkapan pengacara kondang Hotman Paris yang kala itu tak yakin dengan ahli racun di persidangan Jessica.
Hotman menyebutkan bahwa dia ragu dengan keterangan ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum, yaitu Nursamran Subandi dan I Made Agus Gelgel Wirasuta. Keduanya merupakan ahli toksikologi forensik.
Nursamran maupun Gelgel dalam persidangan menyatakan bahwa racun natrium sianida dimasukkan ke dalam gelas es kopi vietnam Mirna pada rentang waktu antara pukul 16.30 sampai 16.45 pada tanggal 6 Januari 2016 lalu di Kafe Olivier.
Menurut Hotman pernyataan ahli tersebut kurang masuk akal. Pasalnya tes racun oleh Nursamran dan Gelgel baru dilakukan pada 11 April 2016, tiga bulan usai kejadian.
Hotman juga sangsi dengan pernyataan ahli yang bisa mengetahui persis waktunya sesuai dengan momen keracunan Mirna.
"Dalam kasus Jessica, Mirna meminum racun tersebut tanggal 6 Januari 2016 sore. Karena tidak ada saksi fakta yang melihat siapa yang memasukan racun tersebut, maka dimintalah pendapat dua ahli racun, dan dua ahli racun ini pada tanggal 11 April, tiga bulan setelah Mirna meminum kopi baru dites," ujar Hotman pada 2016 lalu.
"Sisa kopi ini kalau benar ada racun kan udah tiga bulan, bagaimaan dua ahli ini mengatakan bahwa racun sianida tersebut dimasukan di kopi jam 16.30 tanggal 6 januari. Hanya Tuhan yang tahu, kalau kita sudah melihat dari aspek detiknya menitnya pun dia hitung. Kenapa ahli racun memilih 16.40 agar sesuai surat dakawan penyidik, karena Jessica sudah ada di situ di meja," imbuhnya.
Menurut Hotman ahli menyatakan sesuai menit-menit Jessica Wongso datang dan ketika kopi sudah di meja. Ketepatan itu yang kemudian membuat Hotman merasa makin tak yakin.
"Pasalnya lima menit aja meleset kopi tersebut belum ada di meja tersebut, masih di tangan bartender. Jadi kalau misalnya ahli racun bilang kira-kira sore jam 16 pasti Jessica enggak terlibat," ungkap Hotman.
"Jadi yang saya sangat hatiku tersayat adalah kok tega-teganya ahli racun tersebut bisa menghitung seperti matematik. Kok bisa orang tahu tiga bulan kemudian, kan kalau emang ada racunnya udah mencair," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Perjanjian Berdarah Gunung Kawi: Harga Mahal di Balik Kekayaan Instan Teh Sarah
-
Kisah Kelam Teh Sarah Terjebak Pesugihan Gunung Kawi
-
Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Garut Hari Ini, Berikut Info BMKG
-
Hak Jawab Warga Manglongsari soal Berita 'Hidup Ditemani Anjing, Penderita Kanker di Wonosobo Diamuk Warga'
-
Tentara Israel Ancam Mau Penjarakan Warganet Indonesia: Interpol Bakal Bertindak!