CEK FAKTA: Benarkah Ikan Tongkol dan Ikan Tembang Bawa Penyakit Baru?

Benarkah ikan tongkol dan ikan tembang menjadi penyebaran penyakit baru? Cek faktanya berikut!

Dany Garjito | Dwi Atika Nurjanah
Kamis, 07 Januari 2021 | 12:43 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Ikan Tongkol dan Ikan Tembang Bawa Penyakit Baru?
Cek Fakta: Ikan Tongkol dan Ikan Tembang Disebut Bawa Penyakit Baru (turnbackhoax.id)

Setelah makan, korban sempat ke kebun, namun pulang sekitar pukul 13.30. Saat itulah, Hona Rehi muntah-muntah dan lemas,” ujar Agus.

Melihat hal itu, kerabat korban memberinya air minum. Namun, nyawa Hona Rehi tak tertolong sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Tepat pukul 19.00, korban meninggal di rumahnya,” kata Agus.

Agus Supriyanto turut mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan yang mereka beli.

Baca Juga:Video TikTok Seorang Perempuan Dicium Teman-teman Prianya, Mendadak Viral!

Turnbackhoax.id yang melansir dari American Academy of Allergy Asthma and Immunology menjelaskan, keracunan histamin (scombrotoxin fish poisoning) merupakan salah satu jenis keracunan makanan.

Beberapa jenis ikan secara alami memiliki zat kimia bernama histidin (asam amino) berkadar tinggi, di antaranya tongkol, makarel, sarden (salah satu spesiesnya adalah ikan tembang), tuna, teri, haring, dan lain-lain.

Asam amino esensial di beberapa ikan dapat berubah menjadi histamin saat terkontaminasi bakteri. Bakteri tersebut adalah bagian dari mikroflora alami kulit, insang, dan usus ikan yang baru ditangkap.

Menurut laman resmi Centre for Food Safety Hong Kong yang dikutip oleh Turnbackhoax.id, tingginya kandungan histamin dalam ikan dan produk ikan tergantung jenis ikan, kontrol suhu, dan waktu.

Pembentukan histamin dapat terjadi di sepanjang rantai pasokan ikan dan produk ikan, mulai dari ikan yang baru ditangkap nelayan, dibawa berlayar sampai ke pelabuhan, dijajakan pedagang, sampai ke dapur.

Baca Juga:Viral Nama Unik 3 Bersaudara Dot Com, Ini Kisah di Baliknya

Dari hasil penelitian, keracunan histamin terdeteksi di sampel ikan yang dibiarkan di suhu ruangan selama 24 jam. Namun, histamin tidak terdeteksi saat sampel ikan disimpan di suhu 2 derajat Celcius sepanjang 7 hari.

KESIMPULAN
Dari penjelasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebut ikan tongkol dan ikan tembang membawa penyebaran penyakit baru adalah hoaks. Melainkan berita tentang sejumlah warga yang keracunan ikan.

Klaim tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak