Krisis Covid-19 Menggila, Ekonom: Segera Realokasi Dana Infrastruktur

Faisal Basri minta Presiden Jokowi realokasi dana infrastruktur untuk selamatkan nyawa rakyat Indonesia

Rifan Aditya | Chyntia Sami Bhayangkara
Sabtu, 09 Januari 2021 | 07:56 WIB
Krisis Covid-19 Menggila, Ekonom: Segera Realokasi Dana Infrastruktur
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri. (Suara.com/Achmad Fauzi)

BeritaHits.id - Pakar Ekonomi Faisal Basri menyarankan pemerintah RI segera merealokasi dana infrastruktur untuk penanganan Covid-19. Sebab, kasus Covid-19 kekinian mulai mengalami lonjakan drastis.

Melalui akun Twitter miliknya @faisalbasri, Faisal meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera membuat rencana darurat untuk mengatasi krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19.

"Pak presiden, buatlah segera rencana darurat untuk mengatasi krisis kesehatan," kata Faisal seperti dikutip Suara.com, Sabtu (9/1/2021).

Dalam cuitannya, Faisal Basri mengutip cuitan dari @laporcovid yang menyampakan kondisi Indonesia mengalami krisis kesehatan akibat pandemi COvid-19.

Baca Juga:Parkir Sepeda Motor Setahun, Tagihan Karcisnya Capai Rp 1,6 Juta

Kasus harian Covid-19 berada di angka lebih dari 10 ribu kasus, rumah sakit penuh pasien Covid-19 hingga Tempat Pemakaman Umum padat tak lagi tertampung.

Faisal menyarankan agar Jokowi segera mengambil langkah kebijakan merealokasi dana infrastruktur untuk menyelamatkan nyawa rakyat Indonesia.

"Segera realokasi dana infrastruktur untuk selamatkan nyawa rakyat," ungkap Faisal.

Faisal Basri minta Jokowi realokasi dana infrastruktur untuk penanganan Covid-19 (Twitter)
Faisal Basri minta Jokowi realokasi dana infrastruktur untuk penanganan Covid-19 (Twitter)

Nyawa Rakyat Jangan Buat Coba-coba

Faisal Basri juga sempat mengkritik pemerintah yang mengeluarkan istilah gas dan rem pengendalian Covid-19.

Baca Juga:COVID-19 DIY Pecah Rekor Lagi, Kawasan Wisata Tetap Tak Akan Ditutup

Ia pemerintah RI tak asal dalam menerapkan istilah gas dan rem pengendalian Covid-19. Ia meminta agar nyawa manusia tak dijadikan bahan coba-coba.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak