- Sarah merintis bisnis seblak sukses di Bandung sejak 2011 hingga mengalami kehancuran akibat pengkhianatan suami dan gangguan mistis.
- Kondisi ekonomi yang terpuruk memicu Sarah melakukan ritual pesugihan di Gunung Kawi demi mendapatkan kembali kekayaan secara instan.
- Setelah melakukan perjanjian gaib, Sarah memperoleh uang miliaran rupiah dengan konsekuensi harus menyerahkan tumbal nyawa setiap tiga tahun.
BeritaHits.id - Perjalanan hidup Sarah merupakan gambaran nyata bagaimana kesuksesan besar bisa hancur seketika, membawa seseorang pada titik nadir keputusasaan hingga akhirnya menempuh jalan yang tak lazim. Berawal dari seorang tenaga pemasar atau SPG berprestasi, ia membangun imperium bisnis kuliner yang pada akhirnya runtuh karena pengkhianatan dan dugaan serangan mistis. Berikut kisah Teh Sarah menjalani ritual pesugihan Gunung Kawi.
Masa Kejayaan Usaha Seblak
Pada tahun 2011, Sarah memulai lembaran baru dengan menikah muda bersama seorang pria bernama Dul. Keduanya sepakat untuk berhenti bekerja dari perusahaan masing-masing dan merintis usaha seblak di Bandung. Dengan inovasi menghadirkan berbagai pilihan isi seperti tulang dan ceker—yang saat itu masih jarang ditemui—bisnis mereka meledak dalam waktu singkat.
Hanya dalam hitungan bulan, Sarah berhasil membuka beberapa cabang di Bandung dan merambah hingga ke Cirebon. Total ada enam cabang yang ia kelola dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah setiap harinya. Kesuksesan ini memungkinkannya membeli ruko dan rumah mewah. Namun, di tengah kebahagiaan dan kondisi hamil, stabilitas hidupnya mulai goyah.
Baca Juga:Bak di Sinetron, Sebuah Kuburan Dibongkar Misterius, Publik: Buat Pesugihan

Pengkhianatan dan Kehancuran yang Tak Masuk Akal
Kehancuran dimulai saat Sarah menemukan suaminya berselingkuh dengan wanita lain bernama Jenab di kamar pribadi mereka sendiri. Kejadian menyakitkan ini diikuti dengan ancaman dari sang pelakor yang bersumpah akan menghancurkan hidup Sarah. Tak lama setelah itu, bisnis Sarah yang semula sangat ramai tiba-tiba merosot tajam hingga tidak ada satu pun pelanggan yang datang.
Berbagai kejadian aneh mulai menghantui tempat usahanya. Ia menemukan bunga tujuh rupa dan tanah merah di depan kiosnya. Secara misterius, bahan baku makanan yang baru saja dimasak matang tiba-tiba dipenuhi oleh ribuan belatung. Gangguan semakin nyata ketika bayangan hitam besar muncul di dalam kios, membuat seluruh karyawannya ketakutan dan memilih untuk mengundurkan diri secara massal.
Titik Terendah dan Keputusan Nekat
Kondisi ekonomi Sarah jatuh bebas hingga ia terjerat utang pada rentenir. Penderitaan paling berat dirasakannya saat melihat anaknya tidak mampu membeli susu dan hanya bisa diberi air tajin encer, sementara orang tuanya hanya bisa makan nasi dengan garam. Dalam kemarahan dan rasa dendam terhadap mantan suaminya, Sarah merasa ditinggalkan oleh Tuhan dan memutuskan untuk mencari jalan pintas.
Bersama seorang teman bernama Eva, ia berangkat ke Gunung Kawi dengan modal uang hasil pinjaman. Di sana, ia menjalani ritual berat yang melibatkan kontrak ghaib. Sarah diwajibkan menjalani ritual di sebuah kolam keramat dan bertemu dengan sosok ghaib yang memberikan syarat berupa pemberian tumbal setiap tiga tahun sekali. Tanpa ragu, rasa sakit hati membuat Sarah menunjuk mantan suami dan selingkuhannya sebagai tumbal pertama.
Daun Dewandaru dan Kekayaan Instan
Sebagai tanda kesepakatan, Sarah mendapatkan sehelai daun Dewandaru yang harus selalu ia simpan dan bawa ke mana pun sebagai jimat keberuntungan. Segera setelah ritual selesai, keajaiban yang ia nantikan terjadi dengan cara yang aneh.
Saat berada di terminal untuk perjalanan pulang, ia bertemu dengan seorang nenek misterius yang menitipkan sebuah tas jinjing tua. Nenek tersebut menghilang tanpa jejak sebelum Sarah sempat mengembalikan tasnya. Ketika tas tersebut dibuka di rumah, isinya adalah uang tunai dalam jumlah yang sangat besar, diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Uang itulah yang kemudian menjadi modal bagi Sarah untuk membangun kembali hidupnya, meski ia menyadari ada harga nyawa yang harus dipertaruhkan di masa depan.
Teks dan foto dalam artikel ini dibuat menggunakan AI.
Sumber: