Kala itu, George Washington memerintahkan pasukannya menerima vaksin penyakit cacar. Tokoh publik seperti Thomas Dimsdale dan George Rose ikut mempromosikan vaksin ini agar dapat digunakan secara luas di Kerajaan Inggris dan seluruh dunia.
Pada tahun 1900-an, banyak kampanye diluncurkan oleh berbagai organisasi bersama dengan bantuan para artis untuk mendorong masyarakat agar mendapatkan vaksinasi.
Pada tahun 1938, Eddie Cantor menyarankan agar orang mengirimkan uang kepada Presiden Franklin D. Roosevelt untuk membantu memerangi polio dan meluncurkan March of DImes.
Elvis Presley juga menjadi tokoh publik yang mendapatkan vaksin salk untuk melawan polio pada 1956. Vaksinasi tersebut dilakukan di depan publik sebagai bentuk dukungannya terhadap vaksin tersebut.
Baca Juga:CEK FAKTA: Vaksin yang Akan Disuntikkan ke Jokowi Ternyata Berbeda?
Aksi yang dilakukan oleh Elvis Presley tersebut menjadi awal dari kampanye sukses membersihkan polio dari Amerika Serikat.
Pda tahun 1988, penulis buku anak-anak, Ronald Dahl menulis surat berisi rekomendasi vaksinasi campak untuk anak-anak.
Dalam suratnya, ia menggambarkan bagaimana penyakit itu merenggut nyawa putrinya pada 1962. Ia mendorong para orang tua untuk melakukan vaksinasi pada anak-anak agar insiden sang putri tak terulang.
Sejumlah tokoh publik memang seringkali didapuk untuk mempromosikan vaksinasi bagi kesehatan.
Produser tv, penulis, sutradara sekaligus aktor Seth McFarlane memanfaatkan Twitter untuk berbicara langsung dengan orang tua yang menolak mengimunisasi anaknya.
Baca Juga:MUI: Vaksin Covid-19 Sinovac Halal dan Suci
Aktivis Amanda Peet juga dikenal sangat vokal dalam mendukung vaksin. Ia seringkali muncul dalam berbagai wawancara membicarakan manfaat vaksin.