Makna Mendalam di Balik Wafatnyanya Orang Alim, Sama dengan Kematian Alam

Mautul'alim mautul alam, makna di balik meninggalnya orang alim, termasuk ulama.

Dany Garjito | Hernawan
Sabtu, 16 Januari 2021 | 09:11 WIB
Makna Mendalam di Balik Wafatnyanya Orang Alim, Sama dengan Kematian Alam
Ilustrasi ulama, pemuka agama beri ceramah, pesan, wejangan [shutterstock]

Di lain pihak, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin menjelaskan, usai nabi dan rasul telah tiada, mereka digantikan oleh ahli waris atau warasatul anbiya yakni para ulama.

Para ulama merupakan ahli waris yang diturunkan ilmu dan juga akhlaknya. Oleh sebab itu, ungkapan "Mautul'alim mautul alam" kata dia mengibaratkan bahwa ilmu merupakan cahaya di alam semesta yang menerangi orang dari kegelapang.

Artinya, saat tidak ada ilmu dengan kematiannya orang alim, maka terjadilah kegelapan.

"Jadi wafatnya ulama membawa serta ilmu yang dimilikinya. Belum tentu ulama yang sangat hebat seperti Kiai Haji Maimoen Zubair digantikan oleh orang-orang yang setara denganya di kemudian hari. Belum tentu. Tetapi mungkin juga muncul ulama-ulama yang barangkali di sisi-sisi yang lain memiliki kehebatan ilmu misalnya, amal dan karena itu kita tidak boleh pesimis," tutur Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin.

Baca Juga:Kenangan Rizieq Shihab dari Habib Ali, Merapal Doa Pelipur Lara di Mekkah

Oleh sebab itu, lanjut kiai asal Lampung itu, semua pihak harus memberikan kepada lembaga pendidikan, terutama pesantren agar tetap muncul orang-orang alim. Bahkan kualitasnya harus ditingkatkan lebih dari sebelumnya.

"Saya kira banyak ahli-ahli pendidikan pesantren, para kiai yang membikin metode-metode yang cukup bagus. Semua pendidik pesantren yang menekuni metode-metode pengajaran saya kira mereka berkreasi bagaimana ilmu bisa disampaikan lebih sistematis dan lebih dipahami oleh para santri," tandasnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak