Rentetan Wafatnya Ulama Disebut Pertanda Kiamat, Ini Kata Habib Husein

Habib muda Husein Jafar Al-Hadar menanggapi sejumlah pernyataan warganet yang menyebut wafatnya ulama sebagai pertanda kiamat.

Rendy Adrikni Sadikin
Sabtu, 16 Januari 2021 | 14:11 WIB
Rentetan Wafatnya Ulama Disebut Pertanda Kiamat, Ini Kata Habib Husein
Habib Husein Ja’far Al-Hadar.(Youtube)

BeritaHits.id - Tokoh muda Habib Husein Jafar Al-Hadar menanggapi sejumlah pernyataan dari warganet yang menyebut rentetan wafatnya ulama sebagai pertanda kiamat.

Tanggapan tersebut disampaikan Habib Husein melalui video di kanal Youtube miliknya seperti dikutip Suara.com, Sabtu (16/1/2021).

Video ini dibuat pascameninggalnya mubalig Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf. Menanggapi wafatnya Habib Ali, Habib Husein menyebut peristiwa ini sebagai sebenar-benarnya musibah.

"(Rentetan wafatnya ulama) ini sebenar-benarnya musibah," ujar Habib Husein.

Baca Juga:Terungkap Wasiat dari Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf

Ketika membagikan tanggapan itu melalui media sosial, Habib Husein diberondong pertanyaan dari warganet. Namun, warganet lain menanggapinya. Ada yang menyebut pertanda kiamat, ada pula yang menyebut Indonesia sudah tidak diberkahi.

"Semua bertanya pertanda apakah ini Habib? Sebagian menyahuti bahwa kiamat sudah dekat, sebagian lain menyahuti pertanda negeri ini sudah tidak diberkahi oleh Allah, sebagian lain menyahuti dengan nada-nada yang pesimistis," ujar Habib Husein.

Nah, imbuh Habib Husein, pernyataan-pernyataan tersebut sejatinya menambah kesedihan masyarakat. Habib Husein mempertanyakan sikap pesimistis generasi muda.

"Mengapa kita menjadi generasi muslim yang pesimistis ketika diberikan musibah oleh Allah SWT berupa wafatnya para ulama. Kita tidak diajarkan menjadi generasi seperti ini oleh Rasul dan para sahabatnya. Kita dididik untuk menjadi generasi yang optimistis, bukan pesimistis," tutur Habib Husein.

Menurut Habib Husein, tidak ada yang mengetahui kapan kiamat akan terjadi. Sebab, imbuh dia, itu merupakan rahasia Allah SWT.

Baca Juga:Kata Adik, Ini Makna Senyum Syekh Ali Jaber saat Meninggal

"Kiamat tidak ada yang tahu. Itu merupakan rahasia Allah," kata Habib Husein.

Habib Husein pun menceritakan zaman kekhalifahan Abu Bakar As Siddiq. Ketika itu, lanjut, Habib Husein, setidaknya 1.200 penghafal Alquran atau hafiz wafat di Perang Yamamah.

"Namun apakah kemudian para sahabat mengatakan ini pertanda kekhalifahan ini tidak diberkahi Allah SWT? Pertanda kiamat sudah dekat? Tidak," ujar Habib Husein.

"Sayiddina Umar (bin Khattab) justru datang ke sayiddina Abu Bakar. Kata Sayiddina Umar, inilah saatnya kita melakukan kodifikasi, yakni mengumpulkan tulisan ayat Alquran yang tercecer di mana-mana," kata Habib Husein.

Pasalnya, imbuh Habib Husein, wafatnya para penghafal Alquran bisa menjadi ancaman bagi Alquran itu sendiri. "Maka tuliskan Alquran, kata Sayiddina Umar," terang Habib Husein.

Habib Husein mengatakan optimisme yang dibangun Umar bin Khattab, bukan pesimisme. Sebab, imbuh dia, itulah ajaran Islam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak