Link Live Streaming Gunung Merapi, Pantau Erupsi dan Lava Pijar

Aktifitas Gunung Merapi dapat dipantau secara langsung melalui live streaming Gunung Merapi di kanal YouTube berikut ini.

Rifan Aditya
Minggu, 17 Januari 2021 | 09:40 WIB
Link Live Streaming Gunung Merapi, Pantau Erupsi dan Lava Pijar
Link live streaming Gunung Merapi - Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang tampak dari Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Selasa (5/1/2021). [ANTARA FOTO]

"Dalam sepekan ini luncuran lava pijar dan awan panas guguran masih mengarah ke barat daya atau ke hulu Kali Krasak," ujar Hanik saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (16/1/2021).

Selanjutnya, Hanik memaparkan hasil analisis morfologi di area puncak Gunung Merapi berdasarkan foto dari sektor barat daya pada 14 Januari dan 7 Januari. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perubahan morfologi di area puncak yang disebabkan oleh aktivitas guguran serta perkembangan kubah lava baru.

“Kubah lava baru ini disebut sebagai kubah lava 2021 berada di sektor barat daya Gunung Merapi. Tepatnya berada di sekitar tebing Lava 1997. Pada 14 Januari, volume kubah lava terukur sebesar 46.766 meter kubik dengan laju pertumbuhan sekitar 8.500 meter kubik per hari,” terangnya.

Sementara itu terkait dengan aktivitas kegempaan, tercatat gempa vulkanik dangkal yang terjadi sebanyak 208 kali, gempa fase banyak 803 kali, gempa guguran 1.056 kali, gempa hembusan 172 kali, serta gempa tektonik sebanyak 16 kali.

Baca Juga:Cerita Penjaga Pos Pengamatan Gunung Merapi yang Jarang Pulang ke Rumah

Menurut Hanik, intensitas kegempaan internal pada minggu ini lebih rendah atau menurun secara signifikan jika dibandingkan dengan data minggu lalu. Sementara gempa guguran yang tinggi sejalan dengan aktivitas guguran lava yang memang cenderung tinggi.

Penurunan angka signifikan juga terjadi pada deformasi Gunung Merapi dalam dua minggiu terakhir. Pada minggu ini laju pemendekan jarak terjadi sebesar 6 cm perhari.

Kendati begitu Hanik menilai aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas efusif. Sementara untuk status aktivitas masih dalam rekomendasi sebelumnya yakni tingkat Siaga atau Level III.

"Potensi bahaya ada di sektor selatan-barat daya, dari Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Kalau untuk lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak," pungkasnya.

Demikian link live streaming Gunung Merapi untuk memantau aktivitas vulkanik secara langsung mulai dari lava pijar hingga erupsi. Sehingga kalian dapat mengantisipasi terjadinya bencana dan mempersiapkan upaya penyelamatan.

Baca Juga:Warga di Luar Lokasi Bahaya Merapi Bisa Kembali ke Rumah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak