CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Bukan Divaksin Corona, Tapi Disuntik Vitamin?

Benarkah kabar bahwa Presiden Jokowi disuntikan vitamin bukan vaksin Covid-19 merek Sinovac? Simak penjelasannya berikut!

Agung Sandy Lesmana | Dwi Atika Nurjanah
Minggu, 17 Januari 2021 | 12:28 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Bukan Divaksin Corona, Tapi Disuntik Vitamin?
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan vaksinasi Covid-19 perdana di Istana Negara, Rabu 13 Januari 2021 / [Foto Istimewa]

BeritaHits.id - Beredar narasi yang menyebutkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi tidak disuntikkan vaksin Covid-19 melainkan hanya disuntik vitamin saat mendapatkan vaksinasi pertama di Indonesia.

Informasi tersebut disebarkan dan dibagikan oleh pengguna akun facebook bernama Fatima Mamonto Potabuga pada Rabu(13/1/2021) lalu.

Unggahan tersebut berisi narasi:

"AU eee Dia bilang Cuma bi Vitamin itu ad kase suntik pa Jokowi.. Supya torang kata mo Suka VAKSIN. BLUM STAWWW EE pokoknya jang suka au. POLAGUI..," tulis keterangan unggahan tersebut.

Baca Juga:Benarkah Orang yang Sembuh dari Covid-19 Tidak akan Terinfeksi Lagi?

Secara garis besar Fatima Mamonto Potabuga dalam unggahannya itu menyebut bahwa Presiden Jokowi tidak disuntikkan vaksin Covid-19 melainkan hanya disuntik vitamin.

Namun dalam pemberitaan media disebutkan bahwa Presiden Jokowi telah disuntikkan vaksin Covid-19 agar masyarakat mau divaksinasi.

Tampak pula sebuah foto seorang laki-laki yang terlihat kurus tanpa mengenakan baju dan foto Presiden Jokowi saat disuntikkan vaksin.

Unggahan di Facebook yang menyebut Jokowi disuntikkan vitamin bukan vaksin Covid-19 (turnbackhoax.id)
Unggahan di Facebook yang menyebut Jokowi disuntikkan vitamin bukan vaksin Covid-19 (turnbackhoax.id)

Unggahan tersebut lantas mendapatkan 222 suka dan 92 komentar.

Lantas, benarkah klaim tersebut?

Baca Juga:PDIP Sentil Anies: Daripada Bayar Gaji TGUPP, Mending Buat Beli Vaksin

PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, kabar yang menyebutkan Presiden Jokowi disuntik vitamin bukan vaksin Covid-19 adalah klaim yang tidak benar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak