Pengecatan melihatkan 218 rumah warga di wilayah RW 01, 02, 03, dan 05, kawasan Jalan Layang Tapal Kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Program beautifikasi yang telah selesai itu merupakan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta, PT. Propan Raya, Perusahaan Cat Indonesia, dan warga setempat.
Tidak hanya Dedek Uki saja yang melempar kritikan, Ferdinand Hutahaean juga memberi respons menohok.
Ferdinand Hutahaean menyebut kegiatan tersebut telah menyontek daerah lain dan hanya membuang-buang uang.
Baca Juga:Keras! Roy Suryo Ejek Risma, Kocar Kacir saat Gempa Dituding Mau Nampang
Bahkan, Ferdinand Hutahaean menyebut pekerjaan mewarnai adalah kegiatan dan kebiasaan anak PAUD
"Padahal pekerjaan mewarnai itu adalah kegiatan dan kebiasaan anak PAUD. Apalagi cuma yang seperti ini, nyontek aja, daerah lain sudah lebih dulu," tuturnya.
Ferdinand Hutahaean turut menuturkan kegiatan pewarnaan atap rumah di kawasan flyover Tapal Kuda, Jakarta Selatan begitu banyak menghabiskan anggaran dan tak bermanfaat bagi Jakarta.
"Nyontek doang bangganya pendukung @aniesbaswedan luar biasa besar melihat pewarnaan atap rumah sekitar Flyover tapal kuda Jaksel. Karya tak original, menghabiskan anggaran banyak, tapi tak bermanfaat untuk Jakarta. Tak mampu selesaikan masalah Jakarta, dia alihkan mata rakyat," ujarnya.
Terealisasinya proyek pengecatan tersebut, lantas membuat Ferdinand Hutahaean menjadi skeptis dan mempertanyakan perihal siapa yang mengerjakan proyek tersebut dan berapa jumlah dana yang telah keluar.
Baca Juga:Hari Ini Sidang Perdana Gugatan Kedua Laskar FPI Ditembak Mati Polisi
"Nies, nanya dong, boleh ya? Kan dapat penghargaan keterbukaan informasi dari KIP. Nies, yang ngerjain proyek pengecatan atap rumah sekitar Flyover Tapal Kuda itu siapa? Perusahaan apa? Itu Penunjukan Langsung atau Tender? Berapa Nilai Proyeknya? Terimakasih @aniesbaswedan," tulisnya.