Jokowi Salahkan Aturan Ribet Penyebab Defisit, Said Didu Mikir Keras

Said Didu mengaku tak habis pikir dengan pernyataan Jokowi yang menyalahkan aturan di Indonesia sebagai penyebab negara defisit.

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Jum'at, 22 Januari 2021 | 14:37 WIB
Jokowi Salahkan Aturan Ribet Penyebab Defisit, Said Didu Mikir Keras
Presiden Joko Widodo [Biro Pers]

BeritaHits.id - Eks Sekretaris Kementerian BUMN, MU Said Didu angkat bicara mengenai sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyalahkan berbagai aturan yang ada di Indonesia.

Menurut Jokowi, berbagai aturan ribet tersebut menjadi penyebab Indonesia terus mengalami defisit.

Said Didu melalui akun Twitter miliknya @msaid_didu mengaku tak habis pikir dengan pernyataan Jokowi tersebut.

"Izinkan #SayaMikir," kata Said Didu seperti dikutip Suara.com, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga:DPR Kirim Surat Pengangkatan Listyo Jadi Kapolri, Dilantik Jokowi Bulan Ini

Said Didu menjelaskan, defisit yang dialami oleh suatu negara merupakan kondisi dimana pengeluaran akan lebih besar dari pendapatan negara.

"Defisit adalah lebih besarnya penyeluaran daripada pendapatan dan itu adalah pilihan kebijakan," ungkap Said.

Said Didu soroti sikap Jokowi soal defisit negara (Twitter/msaid_didu)
Said Didu soroti sikap Jokowi soal defisit negara (Twitter/msaid_didu)

Menurut Said Didu, bertambahnya defisit ataupun utang sebuah negara merupakan pilihan yang diambil oleh pemimpin.

Sehingga tidak tepat jika Jokowi justru menyebabkan aturan ribet di Indonesia menjadi penyebab negara defisit.

Padahal, aturan-aturan tersebut dibuat oleh negara dan kondisi defisit juga lahir dari kebijakan-kebijakannya.

Baca Juga:Diduga Sindir Mbak You, Deddy Corbuzier: Maaf Saya Belum Halu Seperti Itu

"Bertambahnya defisit atau utang adalah pilihan pemimpin. Semoga jelas," tukasnya.

APBN 2020 Alami Defisit

Kementerian Keuangan mencatat sepanjang tahun anggaran 2020 defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mencapai Rp956,3 triliun.

Defisit setara dengan 6,09 persen terhadap produk domestik bruto. Artinya, pencapaian defisit APBN kurang dari 1 persen sesuai dengan target Perpres Nomor 72 Tahun 2020 sebesar 6,34 persen.

"Kalau kita lihat tahun 2020 dari defisit APBN mencapai Rp956,3 triliun, angka ini lebih baik dari yang kita tulis di dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2020 sebesar Rp1.039 triliun," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers virtual, Rabu (6/1/2021).

Total pendapatan negara sepanjang 2020 sebesar Rp1.633,6 triliun. Angka ini setara 96,1 persen dari target perpres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak