Mereka yang Putuskan Lepas Jilbab: Saya Bicara pada Tuhan untuk Melepas....

Selain itu, Nisa Alwis, seorang pemilik pesantren di Pandeglang, Banten warisan sang ayah yang lulusan Madinah, Arab Saudi juga memilih menanggalkan jilbabnya.

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
Rabu, 27 Januari 2021 | 16:45 WIB
Mereka yang Putuskan Lepas Jilbab: Saya Bicara pada Tuhan untuk Melepas....
Ilustrasi Jilbab. [Dok.Pixabay]

BeritaHits.id - Pemakaian jilbab menjadi kontroversi di kalangan publik seusai mencuatnya kabar siswi di Padang, Sumatera Barat dipaksa memakai jilbab saat sekolah. Padahal, siswi tersebut tidak beragama Islam.

Banyak pihak menilai penggunaan jilbab merupakan bentuk penghormatan terhadap pemilik agama mayoritas di sebuah wilayah.

Alasan lain yang muncul di tengah pemaksaan penggunaan jilbab datang dari eks Wali Kota Padang, Fauzi Bahar.

Fauzi menyebut siswi diwajibkan memakai jilbab agar bisa terhindar dari gigitan nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah (DBD).

Baca Juga:Dosen UI: Buya Hamka Masuk Neraka Karena Biarkan Keluarga Tak Berjilbab

"Kalau menggunakan pakaian pendek, siswa tidak sadar mereka digigit nyamuk saat belajar. Dengan seluruhnya tertutup, maka hal itu tidak akan terjadi," kata Fauzi.

Di tengah arus pemaksaan mengenakan jilbab, ada perempuan memilih melawan arus tersebut.

Dikutip dari DW Indonesia, Mereka memutuskan untuk tak lagi mengenakan jilbab yang selama ini menutupi kepalanya.

Dewi Susanti ungkap alasan lepas jilbab (DW/Monique Rijkers)
Dewi Susanti ungkap alasan lepas jilbab (DW/Monique Rijkers)

Salah satunya Dewi Susanti yang memutuskan melepas jilbabnya setelah mengenakan selama dua tahun.

Ia mengaku merasa menjadi dirinya sendiri dan bebas dalam mengekspresikan dirinya.

Baca Juga:Komentar Mengejutkan Rektor UNP Soal Siswi Nonmuslim Berjilbab di Padang

"Saya tak berjilbab lagi karena tidak sesuai dengan kata hati saya," kata Dewi dikutip dari DW.com -- jaringan Suara.com, Rabu (27/1/2021).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak