Tokoh NU Sebut Indonesia Tak Masalah Hubungan Baik dengan Israel, Tapi...

"Dulu kan kita dukung karena solidaritas kita terhadap negara Arab, khususnya Palestina. Sementara kini negara Arab saja sudah mulai membuka diri," kata tokoh NU itu.

Reza Gunadha | Hernawan
Kamis, 28 Januari 2021 | 17:22 WIB
Tokoh NU Sebut Indonesia Tak Masalah Hubungan Baik dengan Israel, Tapi...
Bendera Israel (VOA Indonesia)

Meski begitu, Sukron Makmun dengan tegas menuturkan bahwa Indonesia tetap tidak boleh menyetujui semua kebijakan Israel.

Kata dia, secara politik Indonesia tetap harus mendukung Palestian. Berhubungan dengan Israel saat ini menurutnya berbeda konteks dengan dahulu.

"Misal melakukan normalisasi dengan Israel belum tentu kita setuju dengan semua kebijakan luar negeri Israel kan. Dan juga bukan berarti kalau kita membuka hubungan diplomatik Israel, kita tidak bisa mendukung Palestina dan tetap solidaritas dengan Palestina," kata Sukron Makmun.

"Kondisinya beda, zaman dulu Arab lagi perang dengan Israel, artinya sekarang kita sudah enggak perang-perangan lagi, konteksnya beda. Orang Yahudi saja di sana juga banyak yang tak setuju dengan zionisme yang memang sebagian dijalankan pemerintahannya," tandasnya.

Baca Juga:Rekor Baru Indonesia, 476 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Hari Ini

Kemenlu RI: Kami Tak Pernah Berhubungan dengan Israel

Kementerian Luar Negeri Indonesia menolak laporan sejumlah media bahwa "Israel akan membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia dalam waktu dekat."

Juru bicara Kemenlu Teuku Faizasyah kepada BBC News Indonesia hari Selasa (15/12/2020) menegaskan tidak ada kontak dengan Israel terkait masalah tersebut.

Laporan kemungkinan normalisasi hubungan Israel-Indonesia muncul setelah lima negara yang memutuskan membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Dalam beberapa bulan terakhir, Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko resmi menjalin hubungan dengan Israel.

Baca Juga:Garang di Politik, Begini Mardani PKS Kangen Tapi Tak Dibukakan Pintu Istri

Yang terbaru, langkah ini diambil oleh kerajaan di Himalaya, Bhutan, yang digambarkan oleh Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi sebagai "meluasnya pengakuan Israel."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak