alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

CEK FAKTA: Ini Video Pramugari Sriwijaya Air SJ182 Nangis Usai Ada Firasat?

Reza Gunadha | Hernawan Senin, 01 Februari 2021 | 09:28 WIB

CEK FAKTA: Ini Video Pramugari Sriwijaya Air SJ182 Nangis Usai Ada Firasat?
Video yang diklaim merekam tangisan pramugari Sriwijaya Air SJ182 usai dapat firasat buruk (Turnbackhoax.id).

Video diklaim merekam tangisan pramugari Sriwijaya Air SJ182 yang terus menangis karena mendapat firasat buruk sebelum tragedi pesawat jatuh.

BeritaHits.id - Beredar di media sosial, sebuah video yang diklaim merekam tangisan pramugari Sriwijaya Air SJ182 yang terus menangis karena mendapat firasat buruk sebelum tragedi pesawat jatuh.

Video tersebut dibagikan oleh pemilik akun Facebook Dedy Pesona II pada Senin (11/1/2021) pukul 00.43.

Dalam video itu, terlihat serang pramugari menangis sesenggukan di dalam pesawat.

Berikut narasi yang dibagikan:

Baca Juga: Curhat Viral Cowok Dituding Hamili Anak Orang: Saya Gak Pernah Paksa Dia

"Hujan siang malam menandakan tangisan korban Ucapan terakhir sang pramugari saat dlm SJ182.
Sebelum tragdi terjadi sdh punya pirasat damai d syurga ya dek!".

Video yang diklaim merekam tangisan pramugari Sriwijaya Air SJ182 usai dapat firasat buruk (Turnbackhoax.id).
Video yang diklaim merekam tangisan pramugari Sriwijaya Air SJ182 usai dapat firasat buruk (Turnbackhoax.id).

Lantas benarkah klaim tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id -- Jaringan Suara.com pada Senin (1/2/2021), perempuan dalam video itu bernama Kimberly Angelica Angcay.

Dia merupakan pramugari maskapai Cebu Pacific yang merekam penerbangan terakhirnya karena ada pengurangan pekerja.

Baca Juga: Miris! Polisi Tangkap Geng Penyebar Video Porno, Admin Grup Masih 14 Tahun

Angelica mengunggah video itu lewat jejaring TikTok-nya dan menulis keterangan bahwa video tersebut merupakan vlog terakhirnya sebagai pramugari maskapai tempatnya bekerja.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait