BeritaHits.id - Aktivis asal Papua, Natalius Pigai dilaporkan ke polisi karena pernyataannya yang menyebut mewakili orang Minang bahwa suku selain Jawa adalah babu atau budak.
Padahal sebelumnya Mantan Komisioner Komnas HAM ini mendapatkan perlakuan rasisme, yakni dihina mirip gorila oleh Ketua Umum DPP Projamin (Pro Jokowi-Maruf Amin) Ambroncius Nababan. Namun akhirnya Natalius Pigai diduga melakukan rasisme terhadap suku Jawa.
Menanggapi pemberitaan tersebut, pegiat media sosial Denny Siregar memberikan tanggapannya.
Melalui akun Twitter pribadinya, Denny Siregar mengatakan hal yang menimpa Natalius Pigai adalah karma karena dirinya suka melapor orang lain
Baca Juga:Ngetwit Warga Minang Tak Bisa Jadi Presiden, Natalius Pigai Dipolisikan
"Nah kan? Sekarang @NataliusPigai2 kena 2 kasus. Habis kasus hina suku Jawa, yang terbaru suku Minang. Makanya jangan suka main lapor-laporan. Dilaporin balik, gemetar kaki," ujar @Dennysiregar7 seperti dikutip Suara.com, Selasa (2/1/2021).

Di cuitan lainnya, Denny Siregar menyatakan, harusnya tidak perlu saling melapor satu sama lainnya, karena hanya akan membuang waktu saja.
Denny Siregar mengatakan bahwa tidak ada enaknya memasukkan orang ke penjara, lantaran hal itu bisa saja berbalik pada diri kita di kemudian hari.
"Kalau mau main lapor-laporan, habis waktu ku untuk bulak- balik kantor polisi. DM ku penuh dengan ancaman, senyumi aja. Enggak ada enaknya masukin orang ke penjara, karena bisa aja kelak kita akan dibalas dengan situasi yang sama," tuturnya.
Selain itu, Denny Siregar turut mengingatkan siapapun agar tidak baper (membawa perasaan) saat menggunakan media sosial.
Baca Juga:Sebut Suku Minang Tak Bisa jadi Presiden, Natalius Pigai Resmi Dipolisikan
"Habis energi untuk lapor hal remeh-temeh. Bermedsoslah dengan tidak baperan," tegasnya.
