Isu Kudeta PD, Pakar Politik: Lebih Baik Moeldoko Jadi Kader Demokrat Dulu

Pakar Politik Saiful Mujani minta Moeldoko harus segera mundur dari jabatannya.

Reza Gunadha | Nur Afitria Cika Handayani
Selasa, 02 Februari 2021 | 13:07 WIB
Isu Kudeta PD, Pakar Politik: Lebih Baik Moeldoko Jadi Kader Demokrat Dulu
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ketika menghadiri acara Aksi Nasional Pencehagan Korupsi (ANPK) di gedung KPK di Jakarta, Rabu (26/8/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

BeritaHits.id - Pakar Politik Saiful Mujani menanggapi soal isu upaya kudeta Partai Demokrat yang menyeret Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Moeldoko disebut terseret dalam dugaan upaya kudeta Partai Demokrat. Moeldoko pun disebut pernah menemui sejumlah pimpinan Partai Demokrat dari mulai tingkat pusat hingga daerah.

Saiful Mujani pun ikut berkomentar mengenai kasus tersebut melalui akun Twitter pribadinya @saiful_mujani.

Dirinya mengatakan, Moeldoko sebaiknya bergabung dengan Partai Demokrat apabila ingin ikut campur dengan internal Demokrat.

Baca Juga:Geger Kudeta Demokrat, Pengurus DPD Kepri Siap Perang Lawan Istana

"Wow. Pejabat negara cawe-cawe (ikut campur, red) politik internal partai orang, kasar Pak Jendral. Kalau Pak Moeldoko mau cawe-cawe dengan internal Demokrat, gabung saja dengan Demokrat. Pengaruhi kader-kader lainnya untuk ambil alih kepimpinan Demokrat. Jangan pada posisi dengan jabatan Kepala KSP ikut cawe-cawe. Konflik kepentingan, jaga martabat kantor presiden dan presiden yang dilayaninya," cuit Saiful Mujani, dikutip Suara.com.

Lebih lanjut, Saiful memberikan saran langkah berani bagi Moeldoko. Menurut dia, Moeldoko harus segera mundur dari jabatannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Pakar politik Saiful Mujani meminta agar Moeldoko mundur dari jabatannya. (Twitter)
Pakar politik Saiful Mujani meminta agar Moeldoko mundur dari jabatannya. (Twitter)

"Tapi nasih sudah jadi bubur. Langkah kesatria adalah Pak Moeldoko mengundurkan diri dari KSP untuk menjaga kehormatan kantor presiden dan presiden sendiri," lanjutnya.

Menurut dia, apabila Moeldoko tidak ingin mundur, maka ia harus dicopot dari jabatannya.

Hal itu menurut Saiful agar mengurangi opini tak sehat dari masyarakat ataupun tokoh politik lainnya.

Baca Juga:Sikap AHY Kemarin Cegah Pembajakan Demokrat Berlangsung Lebih Cepat

"Kalau tak mengundurkan diri ya dimundurkan daripada opini tak sehat bahwa presiden intervensi partai orang. Para Indonesianis di luar sudah berkesimpulan di bawah Presiden Jokowi otoritarianisme sudah kembali. Apakah mau mengkonfirmasi kesimpulan itu?" tuturnya.

Respon Moeldoko

Moeldoko menduga tudingan yang dialamatkan kepada dirinya sebagai pelaku 'kudeta' Partai Demokrat berdasarkan dari sejumlah foto -foto bersama sejumlah orang.

Ia pun tak menyebut jelas siapa orang-orang tersebut.

"Terus munculah isu dan seterusnya mungkin dasarnya foto-foto. Ya ada dari Indonesia Timur dari mana-mana datang ke sini, kan ingin foto sama saya. Ya terima saja, apa susahnya," ujar Moeldoko dalam jumpa pers secara virtual, Senin (1/2/2021).

Moeldoko menjelaskan dirinya terbuka dengan siapapun yang berkunjung ke rumahnya ataupun berfoto bersama dirinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak