"Dapat dipastikan Gatot jadi ancaman serius untuk rencana keberhasilan Moeldoko ke depan. Gatot juga pesaing Moeldoko di kalangan mantan tentara maupun di partai yang dipimpin AHY," tukasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, meski telah mendapatkan informasi terkait keterlibatan pejabat dan menteri dalam gerakan take over tersebut, pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
"Karena itu, tadi pagi saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," kata AHY dalam konferensi pers pada Senin lalu.
AHY mengungkapkan adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan partai Demokrat secara paksa. Gerakan tersebut, kata AHY, dapat mengancam kedaulatan dan eksistensi partai Demokrat.
Baca Juga:Dewi Tanjung Suruh AHY Jadi Ketua RT, Netizen Malah Takut Jadi RT Korup
"Kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Jokowi. Lebih lanjut, gerakan ini juga dikatakan sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan," tutur AHY.
Meski demikian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyebut pihak Istana tak perlu menjawab surat dari AHY untuk Presiden Jokowi.
Sebab surat yang ditujukan kepada Presiden perihal dinamika yang terjadi di internal partai Demokrat.
"Kami rasa kami tidak perlu menjawab surat tersebut, karena itu adalah perihal dinamika internal partai," kata Pratikno.
Baca Juga:Diisukan Dapat Ratusan Juta untuk Kudeta AHY, Ini Kata Kader Demokrat