"Jujur aku makin penasaran, apalagi yang bakalan dilakukan sama ibu-ibu di sebelahnya. Dia bawa tas gede isinya enggak tahu apaan tapi saat ku perhatikan lagi, wajik dan kue kacang diambil sama dia. Awalnya pura-pura nyicip sambil ngobrol sama ibu-ibu yang lainnya, tapi tangan satunya bergerilya memasukan wajik dan setoples kue kacang," terangnya.
"Padahal tasnya ada tulisan merek 'H', dengan seyakin-yakinnya itu tas merek H artinya bukan hermes deh, pasti HASEM," ujarnya.
Tak berhenti di situ saja, ibu-ibu kolombus lainnya kian aktif memasukkan kue nagasari ke dalam kantong kresek.
"Setelah dua ibu-ibu kolumbus yang aku pergoki, eh ternyata ada lagi. Sepertinya pasukan kolumbus ini sedang bergerilya memasukkan kue nagasari. Ujung mataku tajam melirik tangannya yang diambil langsung 5 masuk ke dalam kresek hitamnya," kata Teja.
Baca Juga:Divonis Air Ketuban Minim, Perempuan Ini Ngaku Jadi Korban Tipu-tipu Dokter
Kemudian ibu-ibu pasukan kolombus ini kembali memasukkan sepiring kacang rebus dan sekitar 10 potong brownies di depan Teja.
Sampai-sampai Teja tak habis pikir dengan kelakuan ibu-ibu tersebut yang tak tahu malu.
"Mukanya benar-benar muka badak karena ada ibu-ibu lain melihat aksinya tapi dengan wajah tanpa dosanya dia cengengesan seakan-akan tak bersalah," tutur Teja.
Menurut Teja, pasukan kolombus ini memang suka beroperasi di acara hajatan dan semacamnya. Kebanyakan dari mereka memiliki tujuan membungkus makanan untuk dijadikan camilan di jalan atau dibawa pulang dan diberikan pada anggota keluarganya.
Teja menuturkan, hal yang dilakukan oleh ibu-ibu pasukan kolombus ini akan merugikan pemilik hajatan, apalagi jika keterbatasan biaya.
Baca Juga:Totalitas! Viral Aksi Driver Ojol Nekat Terabas Banjir Demi Antar Makanan
Pasalnya, makanan yang diambil secara sembrono oleh kolombus ini akan membuat tamu lain tak kebagian sehingga empunya hajatan harus membeli makanan lagi.