Viral Foto Wanita Korban Banjir Kudus Salat di Gereja, Publik Ikut Terharu

Wanita dengan mukena ungu tampak tengah menjalankan ibadah salat di gereja.

Reza Gunadha | Hernawan
Kamis, 11 Februari 2021 | 19:21 WIB
Viral Foto Wanita Korban Banjir Kudus Salat di Gereja, Publik Ikut Terharu
"Pengungsi korban banjir melakukan shalat di ruang aula Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjung Karang, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (11/2/2021). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/aww).

"Mereka yang bukan saudaramu seiman adalah saudaramu dalam kemanusiaan. Panjang umur hal baik, panjang umur toleransi," komentar kikiamin_.

"Saling membantu bukan urusan Tuhan, tetapi urusan manusia, Tuhan hanya menyediakan kita akal untuk bagaimana cara kita membantu sesama," balas pjr.switch.

"Wow inilah hidup yang utama. Menempatkan rasa toleransi itu nomor satu dalam menjaga kemaksiatan ummat beda keyakinan dan kasta dan tahta bahkan secara sosial," timpal Ya_salamun_salam kagum.

"Subhanallah... Rukun, adem lihatnya," sahut nurmunadhofah.

Baca Juga:Berpose di Jalanan Rusak Tanjung Bintang, Foto-foto Wanita Ini Viral

"Pengungsi korban banjir melakukan shalat di ruang aula Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjung Karang, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (11/2/2021). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/aww).
"Pengungsi korban banjir melakukan shalat di ruang aula Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tanjung Karang, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (11/2/2021). (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/aww).

Gereja Kristen Muria (GKMI) Tanjung Karang, Kecamatan Jati yang memang dijadikan posko bagi warga terdampak banjir di kabupaten berjuluk Kota Kretek.

Dihubungi terpisah, Pendeta Gereja GKMI Tanjung Karang, Heru Himawan mengatakan, foto itu memang dipotret di gereja tersebut.

“Itu foto kemarin, saat warga terdampak banjir menjalankan ibadah salat Magrib. Memang di sini dijadikan posko pengungsian,” tuturnya melalui sambungan telepon, Kamis (11/2/2021).

Disebutkannya, ada sebanyak 41 orang yang mengungsi di GKMI Tanjung Karang, sejak 31 Januari kemarin.

Pengungsi dari sejumlah daerah sekitar. Berbagi berkat, tidak harus memandang ras, suku, agama, maupun golongan. Kita terbuka dengan siapa saja, tidak memilah-milah,” tandasnya.

Baca Juga:Diisukan Kena Covid-19, Ustaz Yahya Waloni Pamer Otot: Mana Ini yang Fitnah

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak