"Pak SBY menyampaikan, Pak Marzuki saya akan berpasangan dengan Pak JK, ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini. Artinya, kecolongan pertama dia (SBY) yang pindah, kecolongan dua kali dia ambil Pak JK. Pak Marzuki orang pertama yang saya kasih tahu, nanti kita rapat," kata Marzuki menceritakan ucapan SBY.
Marzuki tidak menjelaskan secara detail maksud dari istilah kecolongan dua kali. Ia hanya menyampaikan apa yang SBY katakan kala itu.
Ditanggapi PDIP
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menilai pengakuan Marzuki Alie menjadi bukti bahwa SBY memiliki desain pencitraan sendiri.
Baca Juga:Andi Arief Balas Hasto PDIP: Kader Demokrat Tak Diajar Bully Eks Presiden
Hal itu terbukti pada 2004 lalu SBY tampil seolah menjadi sosok yang dizolimi.
"Apa yang disampaikan oleh Marzuki Alie tersebut menjadi bukti bagaimana hukum moralitas sederhana dalam politik itu tidak terpenuhi dalam sosok Pak SBY. Terbukti bahwa sejak awal Pak SBY memang memiliki desain pencitraan tersendiri termasuk istilah 'kecolongan dua kali' sebagai cermin moralitas tersebut," kata Hasto dalam keterangan pers.
Hasto menyebut, rakyat bisa menilai sendiri mengenai apa yang dituduhkan oleh SBY kala itu merasa dizalimi oleh Megawati.
"Kebenaran sejarah membuktikan bahwa Pak SBY menzalimi dirinya sendiri demi politik pencitraan," ungkapnya.
Baca Juga:Eks Mensos Julihari Terancam Hukuman Mati, Politisi PDIP Murka