"Sekarang mau pula kalian ubah rumah bersama Indonesia ini dengan ide-ide 1500 tahun lalu," tegasnya.
Menyoroti pemberitaan itu, Budiman Sudjatmiko menitip pesan agar oknum artis hijrah beragama dan beriman dalam perdamaian.
Pasalnya, hidup bukan cuma tentang sekarang, tetapi juga nanti saat harus memwariskan sesuatu ke generasi mendatang.
"Beragamalah dan berimanlah dalam perdamaian. Tak usah lah membawa-bawa (atau terlibat dengan) gerakan perpecahan. Itu akan memancing perkelahian tak berkesudahan," tutur Budiman.
Baca Juga:Tanya Lowongan Langsung Nodong Gaji, Pelamar Kerja Ini Panen Hujatan

"Mungkin kalian merasa hidup kalian tak lama lagi sehingga membawa bekal sebanyak-banyaknya untuk alam keabadian, sementara dunia 'cuma tempat mampir minum sementara'. Bukankah kita harus mewariskan tempat mampir minum yang bersih dan sehat untuk mereka yang akan singgah kelak?" tandasnya.
Kicauan Budiman Sudjatmiko banyak ditimpali publik. Salah satu diantara mereka ada yang bertanya bukankah pilihan hijrah merupakan slah satu kebebasan berpikir selama tidak ada peraturan yang dilanggar.
Namun, Budiman menjawab dengan mengatakan bahwa bukan ekspresi kesolehan yang dia gugat, tetapi ekspresi membentuk negara baru.
"Ini bagian dari jadian adanya ungkapan 'mabuk agama'. Literasi Timur Tengah bisa jadi kitab-kitab berisi doktrin masa lampau di mana banyak alumni dari sono kembali ke sini, mengajarkan kesalehan diri, tanpa kesalehan sosial, sejarah, kebudayaan, filsafat, peradaban, logika, dll," ujar @muh*****n3.
Baca Juga:Polemik Museum SBY, Rachland Nashidik Ungkit Makam Gus Dur Dibangun Negara