Kerumunan Jokowi di NTT Terancam Sanksi, Dokter Tirta: Tidak Relevan

Dokter Tirta menilai pemberian sanksi terhadap kerumunan Jokowi di NTT tidak relevan.

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara
Kamis, 25 Februari 2021 | 06:53 WIB
Kerumunan Jokowi di NTT Terancam Sanksi, Dokter Tirta: Tidak Relevan
Dokter Tirta [Instagram]

Kerumunan warga terjadi karena antusiasme warga, bukan karena undangan dari presiden.

"Presiden tidak pernah mengajak untuk datang, tapi antusias," ungkapnya.

Menurut Dokter Tirta, tingginya antusiasme warga tersebut seharusnya dijadikan pelajaran bagi tim protokoler istana agar berhati-hati dalam mengatur agenda presiden.

Sehingga, insiden kerumunan yang terjadi secara spontan serupa tak lagi terjadi di kemudian hari.

Baca Juga:Sebut Kerumunan Jokowi karena Animo Warga, KSP: Tak Bisa Dihindarkan

"Ini harusnya menjadi refleksi bagi tim protokoler agar berhati-hati mengatur agenda bapak presiden di lapangan," tukasnya.

Jokowi Ciptakan Kerumunan di NTT

Aksi Presiden Joko Widodo menyambut masyarakat di Maumere, Nusa Tenggara Timur menuai kritik publik setelah videonya viral.

Kehadiran Jokowi dituding telah menciptakan kerumunan di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga usai.

Beberapa kritik tersebut diungkapkan lewat cuitan-cuitan warganet di Twitter.

Baca Juga:Masih Soal Kerumunan di NTT, Warganet Desak Polri Periksa Presiden Jokowi

Dihimpun Suara.com pada Rabu (24/2/2021), video kunjungan Jokowi ke Maumere yang berlangsung pada hari Selasa lalu masih ramai dikomentari warganet.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak