"Kena 6 tahun penjara (di Jakarta), keluar lalu kena lagi 3 tahun dan keluar kena lagi 2 tahun. Terakhir kena 14 tahun penjara," ungkapnya.
Dalam video terpisah, Anton Medan mengaku tak pernah menyesali segala perbuatannya hingga mengantarkannya ke penjara berulang kali.
Namun, pengalaman kelam tersebut membuatnya tak lagi ingin mengulanginya di masa mendatang.
"Saya enggak mau jadi manusia munafik, saya katakan saya tak pernah menyesal. Saya pikir manusia punya masa lalu. Meski tak menyesal bukan berarti saya mau mengulanginya. Tidak. Saya tak menyesal karena saat melakukannya saya dalam keadaan sadar," tuturnya.
Baca Juga:Profil Anton Medan, Preman Insyaf Meninggal Dunia Sudah Siapkan Liang Lahat
Saat masih berada di balik jeruji sel pada 1982, Anton pernah melihat banyak teman-temannya meninggal secara misterius.
Kala itu, ia merasa ketakutan dan berusaha mencari ketenangan dengan menjadi mualaf.
"Kenapa bisa tobat? Saag itu tahun 1982 ada penembakan misterius, teman saya di LP dibawa keluar tahu-tahu jadi mayat. Akhirnya saya pilih bertobat, tobat yang terbaik untuk saya," ungkapnya.
Anton merasa sudah lelah dengan kehidupannya dan ingin menjalani hidup secara normal. Akhirnya ia memutuskan untuk tobat dan memeluk agama Islam.
"Itu yang membuat saya tobat, menurut saya manusiawi. Saat itu saya ingin hidup normal. Tapi bagaimana? Apa yang mesti saya lakukan? Itulah yang membuat saya memilih menjadi Islam," tukasnya.
Baca Juga:Anton Medan Ungkap Kehidupan Setelah Masuk Islam: Semua Ada Jawabannya
Sekilas Mengenai Anton Medan