Pantauan SuaraJatim.id, jembatan yang terlihat baru itu menghubungkan jalan menuju ke pertambakan atau sawah. Jembatan tersebut juga tidak memiliki pembatas di kanan maupun di kiri seperti jembatan pada umumnya.
Adapun sesuai papan informasi yang terpasang, pembangunan jembatan itu memakai dana bantuan keuangan tahun anggaran 2020. Dengan rincian bangunan panjang 4 meter dan lebar 4 meter.
Sementara itu Kepala Desa Wadak Kidul Moh Hamam, membenarkan jika pembangunan jembatan menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 juta. Ia juga menerangkan, jika dana itu sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2020.
"Dana itu diambilkan dari Bantuan Khusus atau BK. Memang nilainya segitu," kata Kades saat ditemui di Balai Desa Wadak Kidul, Kamis (18/3/2021), seperti dikutip BeritaHits.id dari SuaraJatim.id.
Baca Juga:Viral Aksi Pemuda Buang TV ke Sungai Demi Konten Bikin Publik Meradang
Ia menuturkan, proses pembangunan jembatan juga diketahui oleh pihak Kecamatan Duduksampeyan. Bahkan ia kerap meminta usul agar bangunan sesuai standar. Bahkan untuk membuat jembatan itu, pihaknya mengaku memghabiskan waktu hingga tiga bulan.
"Baru selesai akhir tahun kemarin. Mulai pengerjaan bulan Oktober," katanya.
Lebih lanjut, Hamam juga menyebutkan, besaran anggaran itu disebabkan karena salah satunya kondisi tanah di sekitar jembatan sangat labil. Untuk itu sebelum membangun jembatan, ia juga memasang paku bumi sedalam 1,5 meter.
"Kondisi tanahnya memang bergerak. Jika kontruksinya tidak kuat maka jembatan akan cepat ambles," katanya.
"Anggarannya memang sekian, ada RAB-nya. Nanti kalau sudah selesai dari verifikasi baru kami beri pembatas," katanya.
Baca Juga:Viral Video Gadis Cantik Lagi Bikin SIM, Polisi sampai Salting Gegara Ini