Habib Rizieq soal Bom Gereja: Ganggu Umat Kristen Hukumnya Haram!

"Kalau ada yang menganggap bom bunuh diri adalah jihad, maka sangat keliru," kata Habib Rizeq.

Reza Gunadha | Nur Afitria Cika Handayani
Senin, 29 Maret 2021 | 16:18 WIB
Habib Rizieq soal Bom Gereja: Ganggu Umat Kristen Hukumnya Haram!
Ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021), diduga dilakukan oleh dua orang pelaku. [dokumentasi]

BeritaHits.id - Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab menegaskan, haram bagi umat Islam mengganggu umat Kristiani yang sedang beribadah.

Karenanya, Habib Rizieq juga mengutuk aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) pagi akhir pekan lalu.

Aziz Yanuar mengungkapkan, Habib Rizieq berpesan kepadanya untuk disampaikan kepada umat Islam bahwa aksi bom bunuh diri seperti di Gereja Katedral Makassar bukanlah bentuk dari jihad.

“Saya dapat pesan dari Habib Rizieq ketika berbicara dengan beliau. Dia menegaskan haram mengganggu umat Kristiani yang sedang beribadah di tempat ibadahnya,” kata Aziz Yanuar, Senin (29/3/2021).

Baca Juga:Respons Aksi Bom di Gereja Makassar, Habib Rizieq: Itu Bukan Jihad

Menurut Rizieq, kata Aziz, aksi-aksi teroristik sering dikaitkan oleh kelompok tertentu sebagai jalan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Tapi, kata Aziz, Habib Rizieq menegaskan pemahaman seperti itu adalah salah. Terorisme, justru didorong oleh keinginan suatu kelompok atau individual saja.

“Kata Habib Rizieq, kalau ada yang menganggap bom bunuh diri adalah jihad, maka sangat keliru."

Apalagi, kata dia, bila bom bunuh diri seperti itu dilakukan bertujuan guna mengalihkan isu dari kasus-kasus lain.

“Jika kalau ada pihak yang merekayasa bom gereja untuk pengalihan isu, ini lebih jahat lagi,” katanya.

Baca Juga:Terduga Pembom Gereja Katedral Makassar Masih Muda dan Rajin Beribadah

Sebelumnya diberitakan, ledakan terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) pagi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak