Pemerintah Dituding Kaitkan FPI dengan Terorisme, KSP: Tidak Ada Untungnya

"Tidak ada tendensi-tendensi untuk mengarahkan ke FPI yang sudah almarhum itu," ujar Tenaga Ahli Utama KSP.

Dany Garjito | Aprilo Ade Wismoyo
Kamis, 08 April 2021 | 08:39 WIB
Pemerintah Dituding Kaitkan FPI dengan Terorisme, KSP: Tidak Ada Untungnya
KSP bantah pemerintah kaitkan FPI dengan Terorisme (Youtube)

BeritaHits.id - Baru-baru ini muncul dugaan dari beberapa pihak yang menyebut bahwa pemerintah sengaja mengaitkan FPI dengan rentetan aksi terorisme yang terjadi belakangan. Hal itu lantas dibantah oleh Rumadi Ahmad selaku Tenaga Ahli Utama KSP (Kantor Staf Presiden).

Dalam sebuah video yang tayang di kanal Youtube Najwa Shihab, Rabu (7/4/2021) Rumadi menyebut tidak ada niatan pemerintah dengan sengaja mengaitkan FPI dengan terorisme. 

“Tidak ada keinginan khusus dari pemerintah untuk mengaitkan semua persoalan dengan FPI. Soal terorisme itu semata-mata tindakan terorisme, bisa dideteksi sedini mungkin. Kalau di penggeledahan ada barang bukti seragam FPI, ya, itu fakta yang ditemukan aparat kepolisian jadi itu ranah polisi,” kata Rumadi Ahmad.

Najwa lantas meminta Rumadi untuk menanggapi pernyataan Munarman yang menduga pemerintah mengaitkan FPI dengan tindak Terorisme.

Baca Juga:Sempat Diberi Kabar Baik, Gadis Ini Nyesek Ditinggal Sahabat Meninggal

"Bahwa ini ada upaya untuk menggiring opini publik yang tadi disampaikan oleh Bang Munarman, apa tanggapan anda soal itu?" ujar Najwa Shihab.

"Menurut saya tidak. Tidak secara khusus bukannya pemerintah sengaja menggiring opini atau ingin memojokkan satu kelompok, saya kira tidak," ujar Rumadi.

"Tetapi yang dilakukan pemerintah adalah memastikan bahwa jaringan terorisme dari manapun asalnya, apakah dia punya isrisan dengan organisasi-organisasi yang sudah almarhum maupun tidak itu diperlakukan sebagai orang yang harus dipersoalkan dari sisi hukum," lanjutnya.

Ia juga menyebut bahwa dengan mengaitkan FPI dengan terorisme tidak ada keuntungan langsung yang bisa didapat pemerintah.

"Saya memastikan bahwa tidak ada tendensi-tendensi untuk mengarahkan ke FPI yang sudah almarhum itu, karena itu juga tidak ada keuntungan langsung, apa sih untungnya pemerintah misalnya mengaitkan persoalan ini dengan FPI toh FPI secara hukum sudah dinyatakan tidak ada lagi," ungkap Rumadi.

Baca Juga:Gemas! Balita 14 Bulan Belajar Salat, Warganet: Sujudnya Masya Allah Nak

KSP bantah pemerintah kaitkan FPI dengan Terorisme (Youtube)
KSP bantah pemerintah kaitkan FPI dengan Terorisme (Youtube)

Terkait temuan bukti-bukti dan pernyataan dari beberapa terduga teroris yang mengaku sebagai simpatisan FPI, Rumadi menyebut itu sebagai fakta yang ditemukan di lapangan dan tidak ada tendensi untuk mengaitkan dengan FPI.

"Ya itu memang fakta-fakta yang ditemukan di lapangan jadi tanpa bertendensi untuk mengarah-arahkan atau menggiring opini dan segala macam," ucapnya.

"Ya memang fakta-fakta itu yang ditemukan di lapangan ya memang harus disampaikan, memang faktanya seperti itu," pungkasnya.

Video selengkapnya dapat dilihat di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak