alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Oknum Guru Doakan Murid Meninggal, Kepala Dinas Janji Usut Tuntas

Dany Garjito | Ruth Meliana Dwi Indriani Kamis, 08 April 2021 | 12:02 WIB

Viral Oknum Guru Doakan Murid Meninggal, Kepala Dinas Janji Usut Tuntas
Percakapan Guru Doakan Murid Meninggal. (Makassar.terkini.id)

"Mudahan mampus," ujar guru tersebut.

BeritaHits.id - Doa buruk seorang guru terhadap muridnya baru-baru ini menjadi viral di media sosial. Guru yang diketahui berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mendoakan muridnya meninggal dunia.

Pernyataan itu terkuak dalam sebuah percakapan di WhatsApp. Percakapan itu kemudian disebarluaskan di media sosial.

"Katanya ada yang kecelakaan tunggal di rujuk ke Rumah Sakit Bima. Mudahan mampus," tulis guru tersebut di dalam pesan WA seperti dikutip BeritaHits.Id dari Makassar.terkini.id -- jaringan Suara.com, Kamis (8/4/2021).

Diketahui guru tersebut merupakan honorer di SMAN 1 Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Wina. Ia menuliskan pernyataan itu setelah seorang muridnya mengalami kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga: Kangen-kangenan hingga Langgar Prokes, Guru-Murid Nongkrong Sehabis Sekolah

Rupanya, murid tersebut kecelakaan karena melakukan konvoi kelulusan. Sang murid langsung dilarikan ke RSUD Dompu untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Konvoi tersebut diduga menjadi alasan sang guru menuliskan doa itu. Tak berapa lama setelah mendoakan sang murid meninggal, murid tersebut dikabarkan benar-benar meninggal.

Percakapan Guru Doakan Murid Meninggal. (Makassar.terkini.id)
Percakapan Guru Doakan Murid Meninggal. (Makassar.terkini.id)

Viralnya percakapan itu telah membuat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Aidy Furqan angkat berbicara. Ia berjanji akan menelusuri oknum guru honorer yang menuliskan pernyataan itu.

“Nanti saya minta KCD Bima untuk mericek informasi ini dan apa yang menjadi pemicu sikap guru tersebut. Jika itu benar dilakukan oknum guru maka kami akan lakukan pembinaan serius,” kata Aidy di Mataram, Rabu (7/4/2021).

Aidy menyayangkan sikap guru honorer itu yang dinilai tidak bisa diteladani. Sebagai tenaga pendidik, tidak seharusnya seorang guru mendoakan sang murid meninggal dunia.

Baca Juga: Driver Ojol Dibayar Pakai Dollar, Warganet Histeris Hitung Jumlahnya

"Terkait sikap guru yang mendoakan anak muridnya celaka, tentu tidak patut dilakukan seorang pendidik," tegas Aidy.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait