"Dua bulan," potong tukang bangunan.

Tukang bangunan tersebut telah memainkan kripto selama dua bulan, terhitung sejak awal Februari sampai awal April.
Respons Publik
Pengakuan tukang bangunan itu menuai pro dan kontra di kalangan warganet yang turut menyumbangkan komentar.
Baca Juga:Menkeu Bicara Ekonomi Islam, Rocky Gerung: Bujuk Domba Tak Takut Serigala
Beberapa dari mereka setuju bermain kripto bisa menguntungkan. Namun, tidak sedikit pula yang disebut telah rugi karena aktivitas ini.
"Dia itu beli gais bukan jual. Semoga aja gak beli di harga di harga tinggi, kasihan ntar nyangkut," kata warganet.
"Please kalau bisa disertai disclaimer on (peringatan segala kerugian tanggung jawab sendiri), jangan hanya lihat hasilnya, bakal menggiring orang yang awam," balas Candra.
"Kalau ngasih portofolio yang benar. Itu kan pembelian coba dari aset mana saja cuan, dari Rp 3 juta ke Rp 94 juta," timpal Damsky mempertanyakan.
"Semoga bapak terus diguide ya jangan tiba-tiba lepas tangan. Nanti salah ambil posisi takut los kan kasihan," sahut warganet lain.
Baca Juga:Berawal Ingin Melamar Sang Ibu, Kakek di Bone Ini Malah Menikahi Anaknya
Bitcoin atau Kripto