Kemenristek 'Dihilangkan', Fadli Zon: Riset Itu Berat Biar Orang Asing Saja

Fadli Zon menyindir pembubaran Kemenristek.

Dany Garjito | Chyntia Sami Bhayangkara
Minggu, 11 April 2021 | 10:25 WIB
Kemenristek 'Dihilangkan', Fadli Zon: Riset Itu Berat Biar Orang Asing Saja
Ilustrasi Fadli Zon. (Suara.com/Ema Rohima)

BeritaHits.id - Anggota DPR RI Fadli Zon angkat bicara mengenai penghapusan Kementerian RIset dan Teknologi (Kemenristek).

Rencananya, Kemenristek akan dileburkan ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di bawah naungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Awalnya, eks Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu yang menyebut Kemenristek akan dihilangkan.

"Akhirnya Kementerian Ristek akan 'dihilangkan'" kata Said Didu seperti dikutip Beritahits.id, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga:Sekjen PDIP Sebut BRIN Akan Langsung Berada di Bawah Presiden

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon membalas cuitan Said Didu dengan menyindir pembubaran Kemenristek agar segala riset di Indonesia dilakukan oleh orang asing.

"Riset itu berat, biar orang asing saja," ujar Fadli.

Dengan demikian, Indonesia akan menjadi pasar besar bagi konsumen hasil riset dan teknologi.

"Agar kita tetap jadi pasar besar konsumen hasil riset dan teknologi," ungkap Fadli Zon.

Komentar Fadli Zon soal Kemenristek dilebur ke Kemendikbud (Twitter/fadlizon)
Komentar Fadli Zon soal Kemenristek dilebur ke Kemendikbud (Twitter/fadlizon)

Pembubaran Kemenristek Disetujui DPR

Baca Juga:Soal Pejabat Pelni Dicopot, Fadli Zon: Akibat BUMN Diisi Relawan Pilpres

Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui usulan pemerintah untuk pembentukan kementerian baru, yakni Kementerian Investasi. Pengambilan keputusan itu dilakukan DPR dalan rapat paripurna penutupan masa sidang hari ini.

Persetujuan itu berdasarkan hasil rapat konsultasi pengganti rapat Bamus, pada Kamis (8/4). Di mana dalam eapat tersebut me.bahas surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian.

Salah satu yang menjadi poin dalam surat presiden ialah pembentukan Kementerian Investasi.

"Pembentukan Kementerian Investasi untuk meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan," ujar Dasco membaca isi surpres, Jumat (9/4/2021).

Dasco kemudian meminta persetujuan anggota Dewan yang hadir terkait usulan pembentukan Kementerian Investasi.

"Selanjutnya kami selaku pimpinan rapat akan menanyakan kepada sidang Dewan yang terhormat, apakah hasil keputusan rapat Bamus pengganti rapat konsultasi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian dapat disetujui?" tanya Dasco yang dijawab setuju anggota.

Diketahui dalam rapat yang sama, poin di dalam surpres yang turut mendapat persetujuan DPR ialah mengenai pembubaran Kemenristek, yang kini dilebur bersama Kemendikbud.

"Penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kemenristek ke Kemendikbud sehingga menjadi Kemendikbud dan Ristek," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak