"Gue kira ini bukan sesuatu yang remeh, bayangkan di tengah kondisi yang begitu mengerikan selama setahun ini di kasat mata, ada pandemi, gempa, longsor, kecelakaan pesawat, kita diselamatkan, tidak termasuk orang yang wafat, dan kita sampai ke Ramadhan," sambung Habib Husein.
Oleh sebab itu, melihat berbagai hal tersebut Habib Husein mengajak untuk memupuk kesadaran meski hanya setahun sekali, di hari-hari Ramadhan ini.
"Kita sampai ke bulan ramadhan, sudah disadari gak? Minimal sudah disadari atau sudah disyukuri. Gak semua orang mendapatkan apalagi kalau ada orang tua kita sudah tua, di tengah kondisi tidak mudah, mereka masih bisa menyambut Ramadhan," ungkap Habib Husein Jafar.
"Lu sadar gak itu berkah terbesar, karena mungkin orang tua kita orang baik, mendapat surga, tapi kita yang masih Allah berikan waktu masuk Ramadhan bersama orang tua," tambahnya.
Baca Juga:Penumpang KRL Commuter Boleh Buka Puasa di Dalam Gerbong Selama Ramadhan
Bertemu Orang Tua
Lebih lanjut, Habib Husein bertanya apakah para pemirsa sudah menghubungi orang tua baik secara langsung atau terpaksa hanya lewat pesan digital saja.
Habib Husein mengatakan, orang tua bisa menjadi ladang bertambahnya pahala sampai berlipat-lipat apalagi di bulan Ramadhan.
"Meminta maaf, mencium tangan, menatap wajah. Menyadari bahwa lu ornag beruntung. Ramadhan melipatgandakan pahala, orang tua melipatkangandakan berkali kali lipat lagi. Kalau orang tua ridho," tegasnya.
Apabila orang tua sudah meninggal dunia, menurut Habib Husein bisa berkomunikasi lewat doa yang dipanjatkan.
Baca Juga:Buka Surat Cinta dari Anak Tetangga, Pemuda Masjid Melongo Pas Baca Isinya
"Dengan HP buatan manusia saja kita bisa berkomunikasi dengan orang jauh meski dimensi ruang berbeda, di sini dan di sana, bisa berkomunikasi. Maka kita harus percaya bisa komunikasi dengan yang dimensi berbeda. Manusia saja bisa, apalagi Allah," tandas Habib Husein.