Perintah wajib menjalankan puasa diturunkan kepada Nabi Muhammad saat Perang Badar berlangsung.
"Saat turun perintah itu, masyaAllah, mereka berjuang di bulan Ramadan dengan panas terik. Masih ada juga yang berperang di Perang Badar," ungkapnya.
Dalam kondisi yang berat tersebut, para sahabat Nabi tetap berjuang untuk menjalankan kewajiban melakukan puasa.
"Anda bisa bayangkan, Ramadan, Perang Badar, panas terik, aktivitas meningkat. Yang puasa, yang salat, yang baca Al-Qur'an, mereka sahabat, ahli surga sebagian mereka masuk surga tanpa hisab," tuturnya.
Baca Juga:Bikin Puasa Engga Berasa, Ini Ide Ngabuburit yang Bisa Dicoba
Oleh karenanya, Ustaz Adi Hidayat menilai hadis tidurnya orang puasa adalah ibadah hanyalah alasan yang dipakai oleh orang-orang yang ingin menghindari ibadah di bulan Ramadan.
"Maka tiba-tiba muncul orang-orang belakangan, sahabat (Nabi) bukan, tabiin bukan, tidak dekat dengan Allah, pahala belum banyak, belum ada jaminan surga, lantas Anda ingin menghindari. Nabi mengatakan tingkatkan ibadah, Anda (malah) menghindari ibadah dengan alasan tidur. Maka bagaimana Anda katakan itu hadis? Mustahil!" tukasnya.
Simak video selengkapnya di sini.