"Tapi mereka bilang belum ada uang buat pindahan. Dan gue juga lihatnya kasihan, yaudah dia minta waktu sampai 1 Februari," beber pemilik rumah.
"Udah 2 Februari belum cabut dan mereka minta sampai tanggal 15 Februari. Akhirnya keluarga gue sabar deh nunggu sampai tanggal 15 Februari. Tapi mereka belum cabut juga," lanjutnya.
Situasi semakin menjengkelkan saat pihak PLN mendatangi rumah pemilik pada tanggal 16 Februari. Ternyata, pasutri itu juga sudah tidak membayar listrik 2 bulan sebanyak Rp2 juta.
Mereka juga tidak membayar air pam selama 2 bulan, yakni Rp300 ribu. Akhirnya, pihak PLN memutuskan aliran listrik ke rumah kontrakan pasutri tersebut. Dinilai bakal kapok, pasutri itu malah kabur.
Baca Juga:Viral Video Wanita Berangkat Tarawih, Jemaah Malah Takut Gegara Hal Ini

"Tanggal 16 PLN dateng, gue kaget banget. PLN jelasin kalau rumah kontrakan gue gak bayar listrik selama 2 bulan total 2 juta. Dan setelah itu gue cek mereka gak bayar air PAM juga 2 bulan total 300 ribu," cerita pemilik rumah.
"Karena PLN sekarang ketat banget, akhirnya kontrakan gue kan diputus listriknya. Biarin mereka kepanasan terus pada cabut. Eh gak tahunya tanggal 17 siang-siang mereka kabur bawa tas gede. tetangga gue yang lihat," lanjutnya.
Sudah rugi banyak, pemilik rumah masih dibuat emosi dengan kondisi rumah kontrakan yang sudah rusak dan kotor. Bahkan, pasutri itu juga banyak meninggalkan barang-barang mereka yang tidak berharga.
"Mereka ninggalin semua barang-barangnya di rumah kontrakan gue. Akhirnya gue minta bantuan RT dan tetangga gue buat masuk ke rumah kontrakan. Astagfirullah gak ada yang berharga. Mereka jorok banget asli dah. Gue gak sanggup bersihin itu rumah sendiri," aku pemilik rumah.
"Gue mau ngasih tahu aja kalau kalian punya usaha kontrakan, jangan lupa buat selalu mintain KTP dan KK. Dan di cek juga latar belakang orang ini bermasalah apa gak," pesan pemilik rumah.
Baca Juga:Viral Aksi Pria Raba Pantat Wanita yang Sedang Salat, Tuai Hujatan Publik