Menanggapi video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Tampaknya aksi dua perawat tersebut menimbulkan pro kontra di kalangan warganet.
Beberapa dari mereka menganggap hal itu wajar, sebagai wujud ungkapan rasa bahagia. Namun sebagian lainnya justru menilai tindakan itu kurang etis.
"Ingatlah masih ada yang gugur selama pandemi. Kalau mau buat video dipikir-pikir dulu yah kasian yang gugur. Nggak etis banget ini," tulis warganet dengan akun @evelyn_zah****.
"Pendapatku sih semestinya hal seperti ini tidak perlu dibuat konten, kurang etis aja," tulis warganet lain dengan akun @noorha.i***.
Baca Juga:Istri Minta Peluk Suami saat Ngaji, Reaksinya Tuai Perdebatan
"Positif thinking aja.. mereka jadi garda terdepan taruhannya nyawa.. insentif pun itu sudah hak mereka.. dan berbulan-bulan baru bisa cair.. jadi wajar mereka merasa lega. Mungkin caranya nunjukin aja yang dirasa orang-orang yang lihat kurang pada tempatnya.. semoga kita semua sehat dan bahagia selalu.. Aamiin..." tulis warganet lain dengan akun @indria.forevery****.
"Yaudah sih, mereka juga garda paling depan, taruhan nyawa pula," tulis warganet dengan akun @charlesron***.
Sebelumnya diketahui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) telah membayarkan insentif untuk tenaga kesehatan (Nakes) untuk periode pembayaran Januari-Maret 2021 sebesar Rp37,3 miliar dengan jumlah faskes 20 dan 5.664 tenaga kesehatan.
Besaran insentif tersebut terdiri atas insentif untuk dokter spesialis Rp15 juta per bulan, Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Rp12,5 juta, dokter dan dokter gigi Rp10 juta, perawat dan bidan Rp7,5 juta, dan nakes lainnya Rp5 juta.
Video selengkapnya dapat dilihat di sini.
Baca Juga:Viral Pasutri Bikin Emosi Saat Ngontrak Rumah, 'Semoga Ngontrak di Penjara'